Akhir Tahun dan Ancaman Lonjakan Kasus Covid-19
Papua60detik - Mengakhiri tahun dan menyambut awal tahun tanpa pesta sudah pasti bakal hambar. Tapi apa boleh buat, ancaman pandemi covid-19 belum juga usai.
Pesta, riuh dan kerumunan menjadi salah satu pantangan utama pandemi covid-19. Setiap kerumunan diantisipasi sebagai potensi merebaknya covid-19.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Anton Pasulu memprediksi akan terjadi lonjakan kasus setelah pergantian tahun jika warga tidak patuhi protokol kesehatan.
Menurutnya, pencegahan terjadinya lonjakan tersebut adalah dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau 3M.
"Kalau 3 M bisa diimplementasi di masyarakat, saya rasa itu lebih efektif dan bisa mengurangi terjadinya lonjakan baru dan penyebaran bisa lebih terkendali. Intinya jangan kendor terhadap 3 M," tegas Anton, saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Mimika, Jalan Cendrawasih, Kamis (10/12/2020).
Per 10 Desember, sudah 3341 kasus terkonfirmasi covid-19 di Mimika dari sejak Maret lalu. 372 di antaranya masih dalam perawatan atau isolasi, 2934 telah dinyatakan sembuh dan 35 yang meninggal dunia.
Saat ini sebut Anton, pasien covid-19 yang sedang dirawat di RSUD Mimika berjumlah 30 orang. 40 persen di antaranya mengalami gejala sedang, selebihnya gejala ringan dan dalam proses pemulihan.
Ia juga menyebut sebagian besar yang sedang dirawat memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan rata- rata di usia produktif.
Menemukan pasien covid-19 melalui pemeriksaan swab kini tak sesering dulu. Sejak beberapa waktu lalu, pemeriksaan swab untuk uji PCR dijadwalkan bagi warga kategori kontak erat di setiap Selasa dan Kamis.
"Untuk pasien yang sedang kami rawat itu kami lakukan pemeriksaan swab setiap hari, untuk memastikan perkembangan mereka," paparnya. (Fachruddin Aji)