Akhirnya Kokonao Terang
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob pada peresmian jaringan listrik di Kokonao Distrik Mimika Barat, Senin (30/11/2020).
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob pada peresmian jaringan listrik di Kokonao Distrik Mimika Barat, Senin (30/11/2020).

Papua60detik - Penantian panjang masyarakat Kokonao Distrik Mimika Barat yang sangat merindukan aliran listrik akhirnya terjawab sudah.

Jaringan listrik yang dibangun sejak tahun 2017 lalu telah diresmikan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob disaksikan  para kepala kampung di wilayah Distrik Mimika Barat, Senin (30/11/2020).

Tampak hadir Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi, Dadenma Brigif 20-IJK/Raider, Mayor Inf Saot Nainggolan dan Kepala Distrik Mimika Barat, Ernestina Takati.

Wakil Bupati mengatakan, melistriki Kokonao adalah salah satu prioritasnya. Kokonao adalah kota tua di Kabupaten Mimika yang sudah ada sejak Mimika masih menjadi bagian dari Kabupaten Fak-Fak. Sudah seharusnya Kokonao berkembang dan menjadi salah satu pusat aktifitas masyarakat seperti dulu.

“Mengembalikan Kokonao seperti dulu adalah visi misi bupati dan wakil bupati,” katanya.

Ia berpesan, masyarakat menjaga mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) kapasitas 100 KW  yang sudah ada.

Namun dari tujuh kampung di Mimika Barat masih enam kampung yang bisa menikmati aliran listrik, yakni Kampung Mimika, Kokonao, Migiwia, Atapo, Apuri dan Kiura. Sementara Kampung Aparuka belum menikmati listrik karena jaraknya cukup jauh.

Wakil Bupati berharap, 2021 nanti Kampung Aparuka juga sudah bisa berlistrik.

“Ini adalah PR untuk PLN UP3 Timika. Semua masyarakat di Kokonao harus menikmati listrik,” tuturnya.

Pengoperasian mesin PLTD ini hanya 12 jam, yakni dari pukul 18.00-24.00 WIT. Kemudian dilanjutkan pada pukul 06.00-12.00 WIT.

“Kalau sudah 24 jam maka mesin yang kita gunakan pasti dua, tapi karena baru 12 jam jadi hanya satu saja,” kata Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi.

Dari 700 Kepala Keluarga (KK) yang ada, hanya 300 KK yang  telah terdaftar memasang listrik. Dari yang terdaftar itu baru 200 KK yang siap menyala. 100 KK sisanya masih sementara dalam proses pemasangan instalasi.

“Yang 300 KK itu menggunakan dana desa. Yang lainnya juga bisa mengajukan lagi, termasuk Kantor Distrik juga belum,” ungkapnya.

Karena meteran yang digunakan adalah pra bayar 450-900 KVA, PLN UP3 Timika pun siap menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Timika menyiapkan layanan online payment untuk pembelian token listrik.

“Karena ini baru persemian jadi 300 pelanggan kita mendapatkan token awal 5-10 KW, tapi ke depannya mereka akan isi sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Barat, Ernestina Takati mengatakan, beryukur karena aliran listrik merupakan hal yang sudah sangat lama dinanti-nantikan masyarakat Kokonao.

“Kami merindukan kota tua ini bisa menjadi terang. Mari kita jaga ini karena apa yang kita harapkan sudah terjawab,” tutupnya. (Anti Patabang)