Aksi Pemalangan Berujung Anarkis, Sekda Sarmi Dianiaya, 3 Polisi dan 6 Warga Luka
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal. Foto: Humas Polda Papua
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal. Foto: Humas Polda Papua

Papua60detik - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarmi, Elias Bakay saat ini masih menjalani perawatan medis akibat kena tebasan parang saat bernegosiasi dengan massa yang melakukan pemalangan jalan di jembatan Muara Tor distrik Fien kabupaten Sarmi, pada Jumat (27/5/2022) kemarin.

Membenarkan kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyebut selain Sekda, terdapat tiga anggota polisi dan enam warga sipil jadi korban pada peristiwa itu.

Enam warga sipil yang terluka terkena tembakan peluru karet dari aparat kepolisian.

Massa yang melakukan pemalangan kabarnya terkait hak ulayat atas aliran Sungai Muara Tor yang melintas sampai di jembatan Muara Tor.

"Mengetahui pemalangan tersebut Kepala Distrik Fien, Izak Yawir menuju TKP untuk melakukan koordinasi dengan massa agar menghentikan aksinya. Namun massa kurang puas dan tidak menerima hasil dialog sehingga massa yang melakukan aksi menjadi semakin emosi. Anggota juga sempat melakukan koordinasi dengan massa agar mau menghentikan aksinya," ujar Kamal saat dikonfirmasi Papua60detik, Sabtu (28/5/2022).

Ia menyebut, massa yang anarkis juga melakukan perusakan terhadap dua kendaraan dinas milik Polres Sarmi dan Polsek Sarmi. 

Usai mengamankan Sekda, polisi mengejar massa yang melakukan penganiayaan.

"Anggota memblokade jalan untuk menghalangi massa, akan tetapi massa yang anarkis berbalik melakukan penyerangan terhadap personel dengan cara melepaskan anak panah ke arah personel Polres Sarmi. Anggota pun memberikan tindakan peringatan dengan mengeluarkan tembakan ke udara untuk membubarkan massa, kemudian massa mundur ke arah Kampung Mafen Tor," ujarnya menambahkan.

Pasca kejadian tersebut, situasi di sana kembali kondusif. Palang jalan sudah dibuka kembali sehingga masybisa beraktivitas.

"Kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab serta menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar situasi kamtibmas di Kabupaten Sarmi tetap aman dan kondusif," imbuhnya. (Salmawati Bakri)