Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Disnak Survei Klinis Ternak Sapi

Kepala Disnak dan Keswan, drh. Sabelina Fitriyani.   Foto: Anti/ Papua60detik
Kepala Disnak dan Keswan, drh. Sabelina Fitriyani. Foto: Anti/ Papua60detik


Papua60detik- Indonesia kini tengah digemparkan dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkuku belah seperti sapi. Kasus tertingginya ditemukan di Aceh Jawa Timur.

Mengantisipasi penyakit yang disebabkan virus Apthovirus ini merambah ke Mimika, Dinas Peternakan Hewan dan Kesehatan Hewan Mimika akan melakukan survei klinis di wilayah yang banyak ditemukan ternak sapi. 

“Jadi besok kita akan melakukan survei klinis di beberapa tempat yang memang di situ banyak dipelihara sapi. Di SP. Jadi kita akan datang kesana,” kata Kepala Disnak dan Keswan Mimika, drh Sabelina Fitriyani saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/5/2022).

Sabelina mengatakan pengujian klinis ini merupakan langkah awal Pemda Mimika sembari menunggu petunjuk dari Pemerintah Provinsi.

“Kita masih menunggu dari provinsi kebijakan-kebijakan apa yang akan kita ambil karena ini penyakit jadi kita akan meng-update langkah-langkah apa yang akan kita ambil kedepan,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/5/2022).

Ia menejelaskan penyakit PMK ini tidak menular kepada manusia, namun secara ekonomi sangat merugikan peternak.

Penularannya terjadi melalui sentuhan antar hewan. Kecepatan penularannya  terbilang sangat cepat yakni 90 sampai 100 persen. 

Secara umum, PMK menimbulkan beberapa gejala klinis yakni hewan terlihat lemah, kepincangan, sering berbaring, demam hingga 41 derajat Celcius, air liur berlebih atau berbusa, pembengkakan kelenjar submandibular, lepuh di sekitar mulut, lidah, gusi, nostril, kulit sekitar teracak, dan puting. (Anti)




Bagikan :