Bantu RSUD dan RSMM, PT Freeport Serahkan 20 Oksigen Konsentrator
VP Community Development PTFI, Nathan Kum menyerahkan oksigen konsentrator kepada Direktur RSMM, dr Joni Ribo Tandisau, Selasa (20/7/2021).  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
VP Community Development PTFI, Nathan Kum menyerahkan oksigen konsentrator kepada Direktur RSMM, dr Joni Ribo Tandisau, Selasa (20/7/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Oksigen menjadi kebutuhan utama rumah sakit dalam situasi pandemi covid-19 yang makin ganas saja belakangan ini.

Pasien covid-19 yang harus dirawat terus bertambah, kebutuhan oksigen makin tinggi. Persoalannya, kebutuhan oksigen tak sebanding dengan kemampuan isi ulang.

Tercatat per tanggal 19 Juli kemarin, pasien covid-19 yang dirawat ada 67 orang yang tersebar di empat fasilitas kesehatan. Di RSUD 34 orang, RSMM 19 orang, RS Tembagapura 9 orang dan di Klinik Kuala Kencana 5 orang. Hampir semua pasien yang dirawat ini membutuhkan bantuan oksigen.

Atas dasar ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) berinisiatif membantu RSMM dan RSUD sebanyak 20 unit oksigen konsentrator. Masing-masing mendapatkan 10 unit.

Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum menyerahkannya langsung kepada Direktur RSMM dr Joni Ribo Tandisau, Selasa (20/7/2021).

Dikutip dari medicalogy.com, oksigen konsentrator menggunakan teknologi pressure swing adsorbtion. Alat ini menggunakan ayakan molekuler untuk mengadsorbsi gas-gas.

Oksigen konsentrator ini bekerja dengan memproses udara bebas di sekitarnya menjadi oksigen murni yang bisa digunakan pasien.

Oksigen yang dihasilkan memiliiki kadar kemurnian hingga 93% dan dapat memproduksi 1 hingga 5 liter oksigen per menit. Terdapat teknologi yang memanfaatkan demand flow untuk mengantarkan oksigen hanya ketika pasien menghirupnya.

Jika dibandingkan, oksigen konsentrator jauh lebih efektif dibanding tabung oksigen biasa. Oksigen konsentrator mampu menghasilkan oksigen terus menerus selama mesin berfungsi. Sementara tabung oksigen perlu waktu isi ulang.

Biaya sekali isi ulang pun yang cukup mahal. Sehingga untuk perhitungan pemakaian rutin, pemakaian oksigen konsentrator akan lebih murah.

“Hari ini kebutuhan di hampir semua daerah di Indonesia adalah oksigen. Karena itu hari ini PTFI menyumbang 20 unit oksigen konsentrator kepada dua rumah sakit yakni RSMM dan RSUD. Masing-masing mendapatkan 10 unit,” kata Nathan Kum.

Ia mengatakan PTFI sudah berkomitmen akan terus mendukung dan bersinergi dengan Pemkab Mimika menangani pandemi covid-19 yang masuk Timika Maret tahun lalu.

Bahkan PTFI menyediakan kargo pesawat khusus untuk mendatangkan obat-obatan dan keperluan medis atau peralatan covid-19 yang mendesak.

“Hal ini penting karena kita tahu bersama karena penanganan covid-19 harus secepatnya,” ungkapnya.

Selain bantuan oksigen konsentrator, PTFI juga akan membantu sekitar 900 tabung oksigen.

Seperti semua orang, Nathan juga berharap pandemi covid-19 segera berlalu. Ia mengimbau masyarakat mengikuti prokes dan anjuran pemerintah.

Adapun harga untuk satu unit oksigen konsentrator Rp41 juta. Total untuk 20 unit sekitar Rp820 juta.

“Mewakili RSMM saya ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PTFI dan YPMAK yang sudah banyak membantu. Perlu diketahui bahwa selama ini memang kami sangat kesulit dalam penyediaan oksigen,” kata Direktur RSMM, dr Joni Ribo Tandisau.

Ia mengatakan sejak, Senin (19/7/2021) kemarin persediaan oksigen di RSMM sudah tidak ada. Persediaan oksigen mereka habis dalam sehari.

“Memang kami masih ada stok dari beberapa bulan lalu makanya itu yang kami gunakan kemarin. Kemarin juga kami mendapatkan bantuan oksigen dari RSUD,” katanya.

Ia percaya denga bantuan PTFI dan RSUD akan meningkatkan pelayanan RSMM menangani pandemi covid-19 terutama terhadap pasien gejala berat dan kritis. (Anti Patabang)