Bazar Kuliner Nusantara Dinas Koperasi Mimika, Siapapun Boleh Datang
Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM di Jalan Cenderawsih SP3 yang akan jadi area bazar kuliner nusantara, 17 hingga 19 Agustus.
Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM di Jalan Cenderawsih SP3 yang akan jadi area bazar kuliner nusantara, 17 hingga 19 Agustus.

Papua60detik - Dinas Koperasi dan UKM bakal gelar Bazar Kuliner Nusantara selama tiga hari berturut-turut, 17 hingga19 Agustus 2020 untuk peringati HUT RI ke-75.

Kegiatannya dipusatkan di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM di Jalan Cenderawsih SP3 dari pukul 08.00 sampai 13.00 WIT.

Sebanyak 50 UMKM yang bergerak di bisnis kuliner sudah mendaftar dengan sajian makanan, kue dan cemilan khasnya.

"Terbuka untuk umum, untuk seluruh masyarakat Timika. Kami berharap memang partisipasinya dalam rangka memberi support yang baik bagi pelaku UMKM untuk selalu bertahan di masa pandemi ini," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM  Ida Wahyuni, Jumat (14/08/3020).

Teknis bazar nanti tak seperti lazimnya. Dinas Koperasi membuatnya drive thru, sesuai pola new normal di masa pandemi covid-19.

Memasuki area bazar, setiap penumpang kendaraan akan dicek suhu tubuhnya. Penumpang tak boleh turun, transaksi pembeliannya dilakukan dari atas kendaraan. Transaksi setiap satu kendaraan ditaksir hanya memakan waktu tiga menit.

Setiap produk yang dijual di bazar sudah dikemas dalam bungkusan dan dilabeli harga. Agar pengunjung mengetahui isi paket/bungkusannya, para pelaku UMKM akan menyediakan sampel makanannya di atas meja masing-masing.

"Kita tidak sediakan tempat parkir, untuk nongkrong makan, ataupun orang untuk nongkrong, jadi bungkus," jelas Ida.

Mengangkat tajuk kuliner nusantara, bisa ditebak basar ini akan menghadirkan makanan, kue dan cemilan khas dari seantero negeri.

Di masa pandemi covid-19, bisnis kuliner cara online memang lagi marak. 50 pelaku UMKM yang berpartisipasi di bazar ini adalah mereka para pelaku bisnis kuliner online di Timika.

Dinas Koperasi mengadakan bazar ini paling tidak untuk membangun kepercayaan warga sebagai konsumen terhadap para pelaku UMKM

"Jadi pembeli juga bisa yakin, bahwa owh ini produknya si A, si B dan C. Jadi pembeli dan penjual dapat langsung komunikasi jual beli," kata Ida. (Yunita S)