Begini Dampak Pandemi Terhadap Aktifitas Donor Darah
Papua60detik - Pandemi covid-19 ternyata cukup berdampak kepada ketersediaan darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Berbeda dari sebelumnya, sejak masa pandemi hingga awal tahun 2021 pendonor di bank darah RSUD Mimika didominasi keluarga pasien.
"Jadi mulai dari awal pandemi atau sekitaran pertengahan 2020 hingga awal 2021 ini kita lebih didominasi oleh pendonor keluarga. Jadi kami minta kepada keluarga dari pasien yang membutuhkan darah sebagai pendonor," kata Direktur RSUD Mimika, Anton Pasulu saat ditemui wartawan, Jumat (4/6/2021).
Saat ini donor darah katanya sudah mulai kembali seperti biasa. RSUD Mimika mulai kembali melakukan layanan jemput bola.
"Karena saat ini sudah adaptasi kebiasaan baru dan kita juga sudah lebih bisa mengantisipasi terpaparnya covid-19 maka layanan jemput bola untuk donor darah ini kembali kita mulai. Salah satunya beberapa waktu lalu di Kantor Pusat Pemerintahan," tuturnya.
Soal mendonorkan darah, kesadaran masyarakat Mimika menurut Anton cukup baik. Bahkan di Timika sudah ada komunitas yang membantu mencari pendonor.
Anton menambahkan untuk stok darah di RSUD saat ini mencukupi. Hanya saja kekurangan bisa terjadi kapan saja ketika kebutuhan darah meningkat.
"Soalnya darah ini agak sulit, karena tidak jual," ujarnya.
Selama ini bank darah RSUD Mimika banyak mendapatkan donor darah dari keluarga pasien, TNI dan Polri dan komunitas atau instansi yang mengadakan program donor darah.
"Terbanyak sih masih dari keluarga pasien," tutupnya. (Fachruddin Aji)