Beroperasi di Tengah Pandemi, Freeport Pastikan Kesehatan Karyawan Nomor Satu
Sausana kerja karyawan PT FI ditengah pandemi covid-19 (Foto: Corporate Communication PT Freeport Indonesia)
Sausana kerja karyawan PT FI ditengah pandemi covid-19 (Foto: Corporate Communication PT Freeport Indonesia)

Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PT FI) masih terus mengoperasikan usaha tambangnya di tengah pandemi covid-19.

Hingga, Sabtu (02/05/2020), sebanyak 51 kasus positif covid-19 yang dilaporkan dari area PT FI di Tembagapura. Angka 51 itu lebih dari separuh kumulatif 87 kasus positif covid-19 di Kabupaten Mimika.

"Kegiatan operasional PT FI hingga saat ini tetap berjalan agar bahan baku industri dapat terus tersedia, roda perekonomian lokal dan nasional dapat terus bergerak, dan area tambang tetap produktif dan terjaga kestabilannya. Meski demikian, kami memastikan bahwa keamanan dan kesehatan karyawan adalah prioritas utama kami,” ujar Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama melalui press rilisnya.

Untuk melindungi para karyawan dari risiko penyebaran virus corona di seluruh area kerja dan lingkungan perusahaan, Manajemen PT FI terus memperkuat upaya dan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika

Upaya tersebut antara lain dengan memaksimalkan physical distancing, menyiapkan fasilitas medis di Tembagapura dan Timika yang merupakan area kerja utama perusahaan, serta menutup akses memasuki Tembagapura.

Riza menyebut, sejak awal Maret 2020, PT FI telah menerapkan berbagai upaya mitigasi yang dapat melipatgandakan protokol kesehatan di area kerja.

Upaya yang telah dilakukan, antara lain menerapkan larangan masuk dan pembatasan perjalanan ke luar negeri.

Berikutnya, mewajibkan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap karyawan yang tiba di bandara dan terminal bus dan hendak memasuki area kerja PT FI. Karyawan yang terdeteksi dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius diwajibkan untuk tidak bekerja dan memeriksakan diri ke tim medis.

Untuk memaksimalkan pembatasan interaksi fisik, PT FI telah menutup sejumlah fasilitas seperti sekolah, tempat ibadah, dan restoran/kafetaria di seluruh area kerja.

Fasilitas umum yang tetap dibuka seperti kantin karyawan dan pasar swalayan, garis yang mengatur jarak antrean antar pengunjung telah disiapkan. Pembatasan jarak yang sama diterapkan pula dalam trem dan bus karyawan yang hanya beroperasi di dalam area kerja.

Sementara untuk menggiatkan standar kebersihan, pihak manajemen perusahaan Mmmelakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor dan area kerja, serta secara aktif merilis berbagai konten edukasi bagi karyawan.

Sejak 26 Maret 2020 lalu pun, akses masuk ke Tembagapura telah ditututup kecuali untuk kegiatan operasional pengangkutan logistik tetap dilakukan seperti biasa agar kebutuhan bahan-bahan pokok seperti makanan tetap terpenuhi.

Sebagai prosedur skrining dan deteksi awal terhadap risiko penularan COVID-19 di antara karyawan perusahaan, PT FI telah melaksanakan rapid test sesuai dengan proses penelusuran kontak dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencakup populasi yang lebih luas di area perusahaan.

Bersamaan dengan itu, PTFI juga menyediakan fasilitas, tenaga, dan prosedur medis untuk mengantisipasi penanganan karyawan di area operasi yang perlu mendapat pemantauan khusus. PTFI juga telah menyediakan akomodasi khusus bagi karyawan yang

menunjukkan gejala penyakit atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis di seluruh area kerja, yakni di Tembagapura dan Kuala Kencana Timika.

Public Health Manager dari International SOS selaku mitra perusahaan dalam penanganan kesehatan karyawan PT FI, dr Firdy Permana, menegaskan, pihaknya siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada di area kerja.

“Kami secara aktif berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan

COVID-19 Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Pemerintah Pusat untuk melakukan seluruh upaya pencegahan penularan dan penanganan COVID-19. Dari pelacakan (tracking) dan pengawasan (surveillance) melalui rapid test dan PCR test yang kami lakukan telah mampu dengan cepat

mengindentifikasi kasus-kasus baru yang memberikan optimisme dari segala upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid,” ujar dr. Firdy.

dr Firdy menyebutkan, PTFI juga telah menambah pasokan alat-alat medis seperti alat perlindungan diri dan ventilator, serta menyiapkan ruang-ruang karantina dan isolasi di rumah sakit, klinik, maupun sejumlah barak karyawan yang dalam masa pandemi kami relokasi menjadi area monitoring.

PT FI berharap berbagai langkah mitigasi, upaya kolaborasi dengan International SOS dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Mimika, serta komunikasi aktif bersama seluruh pihak terkait ini mampu membantu melindungi para karyawan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, tetap menjalin koordinasi erat dengan manajemen PT FI guna memastikan upaya pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19 di lingkungan perusahaan.

Upaya pengendalian covid-19 di Tembagapura menurutnya, telah berjalan sesuai protokol kesehatan covid-19. (Burhan)