Bertaruh Nyawa Tangani Covid-19, Insentif Nakes Belum Jelas
Papua60detik - Sejak pandemi covid-19, mereka dielu-elukan sebagai pahlawan. Bagaimana tidak, merekalah yang berhadapan langsung dengan penyakit menular dan mematikan ini.
Dan di Indonesia, nakes yang meninggal karena terpapar covid-19 cukup tinggi. Di Timika, Kamis (29/7/2021) kemarin, seorang perawat di Puskesmas Timika meninggal setelah terpapar covid-19.
Sayangnya, meski sudah bertaruh nyawa, sampai sekarang insentif mereka lagi jelas sumber anggaran apalagi nilainya.
"Sampai sekarang kami juga belum tahu insentifnya seperti apa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, Kamis (29/7/2021).
Tahun lalu, insentif tenaga kesehatan yang terlibat menangani covid-19 dikucurkan dari pusat.
Menurutnya, PPKM merupakan aturan baru, belum ada aturan jelas soal alokasi insentif nakes. Ia menduga masih akan digodok di kementerian terkait.
"Kalau ada ya, kami senang sekali," ujarnya.
Kendati demikian, dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK), tenaga kesehatan yang terlibat pada testing, tracing, program isolasi dan bahan medis habis pakai akan dapat tarif jasanya. Katanya, itu diatur dalam Permenkes nomor 12 tahun 2021.
"Karena apapun, dedikasinya itu tak terbayar dengan uang," kata Reynold.
Tapi sebagai catatan, dari kebijakan fiskal, Pemkab telah mengalokasikan 8 persen DAU untuk penanganan covid-19. (Fachruddin Aji)