BGN Siapkan Skema MBG di Daerah Rawan Daerah Konflik, Libatkan TNI-Polri
Kepala BGN Sudaryono (tengah) bersama kedua wakilnya dalam konferensi pers peresmian media center di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Kepala BGN Sudaryono (tengah) bersama kedua wakilnya dalam konferensi pers peresmian media center di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Papua60detik - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak di daerah rawan konflik.

"Ini juga ada misalnya MBG bagi anak-anak di daerah rawan konflik, sedang kami pikirkan mekanismenya. Ada beberapa piloting (percobaan) yang sudah kita lakukan, bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri menggunakan fasilitas gereja dan lain-lain," kata Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026) seperti dilansir ANTARA.

Ia menegaskan, anak-anak Indonesia di seluruh wilayah perlu mendapatkan akses terhadap kualitas gizi yang layak dan seimbang.

"Anak-anak Indonesia di manapun, khususnya anak-anak yang memang membutuhkan di daerah-daerah rawan konflik, daerah-daerah yang jauh, itu juga harus mendapatkan akses perbaikan gizi yang memang mereka sangat membutuhkan," ujar dia.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mempercepat penataan dan penyelesaian keberlanjutan lebih dari 13 ribu titik satuan pelayanan MBG di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam konferensi pers selepas rapat terbatas Perbaikan Tata Kelola MBG, mengatakan pembenahan puluhan ribu titik pelayanan tersebut dibagi menjadi dua tahapan prioritas.

"Wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur target penyelesaiannya dalam kurun waktu satu bulan," kata dia.

Sementara itu, menurut dia sebagian besar titik SPPG lainnya yang tersebar di Jawa dan Sumatera memerlukan waktu evaluasi hingga dua bulan mendatang guna memastikan kesiapan operasionalnya. (Redaksi)