Broery Sebut Tak Ada Saling Serang, Tapi Diserang
Broery Yamrewav, warga Jalan Sesna Kartini ujung melapor ke Polres Mimika, Selasa (29/6/2021). Salmawati Bakri/Papua60detik
Broery Yamrewav, warga Jalan Sesna Kartini ujung melapor ke Polres Mimika, Selasa (29/6/2021). Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Peristiwa di Jalan Sesna (antara Jalan Kartini ujung dan Patimura ujung), Senin (28/6/2021) kemarin ternyata mengakibatkan satu warga kena panah di betis kiri.

Korban bernama Broery Yamrewav telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Mimika, Selasa (29/6/2021).

"Kami luka-luka dapat panah, apanya yang dimediasi. Ini sudah tindak pidana," ujarnya.

Di atas kursi roda, Broery kepada wartawan menceritakan awal mula kejadian yang disebutnya merupakan penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang. Soalnya diduga karena masalah kepemilikan tanah.

Broery bercerita, usai mengurus administrasi pelepasan tanah di kantor kelurahan, ia mendapat kabar dari saudara perempuan bahwa rumah yang ditinggalinya hendak dibakar.

"Mereka sudah pancing dari jam satu untuk lawan tapi tidak bawa alat. Kami tidak ada perlawanan," ujarnya.

Tak selang lama, kata Broery, sekelompok orang meneyerang mereka dengan melempar batu dan  panah.

Ia mengaku, salah satu saudaranya sudah lapor ke anggota polisi, agar segera turun mengantispasi, tapi lamban direspon.

"Kami lari, tidak ada perlawanan. Kalau bertahan kami akan mati. Petugas (aparat keamanan) datang jam empat dan tidak tahu bahwa ada korban selanjutnya disampaikan untuk mediasi," ujarnya menambahkan.

Broery menyebut, akibat kejadian itu, beberapa rumah hancur termasuk rumahnya. Dokumen pentingnya ikut hilang.

"Dokumen tanah yang asli, KTP, dan uang 600,STNK mobil hilang. Mereka sempat masuk dalam rumah. Barang dalam rumah dikasih rusak," ungkapnya.

Pantauan lapangan, salah satu rumah warga menjadi sasaran lemparan batu pada peristiwa itu. Bahkan salah satu pondok hangus terbakar.

Aparat TNI-Polri yang tiba di lokasi langsung meredakan situasi. Di atap salah satu rumah warga, polisi mengamankan dua pucuk anak panah. (Salmawati Bakri)