Cabai Lokal Melimpah, Timika Tak Lagi Impor dari Luar Daerah
Cabai pada salah satu lapak di Pasar Sentral Timika. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Cabai pada salah satu lapak di Pasar Sentral Timika. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Pasar Sentral Timika kini tak lagi dihiasi cabai kiriman dari luar daerah seperti Kabupaten Merauke dan Makassar.

Pasalnya, produksi cabai lokal Timika sudah melimpah. Hal ini mulai terjadi sejak sebulan lalu.

Meski harganya lebih mahal dari cabai kiriman, namun kualitas cabai lokal tidak perlu diragukan lagi.

Dari penelusuran Papua60detik, Rabu (17/3/2021) di Pasar Sentral para pedagang mengungkapkan cabai lokal lebih tahan lama dan tingkat kepedasannya pun divatas cabai kiriman. Sangat cocok untuk pecinta kuliner pedas.

Sari salah seorang pedagang mengungkapkan sejak melimpahnya cabai lokal, dan mulai naiknya harga cabai di beberapa kabupaten/kota sejak beberapa minggu terakhir, permintaan pengiriman ke luar daerah mulai ada.

“Misalnya Merauke. Itu sudah mulai ada permintaan dari sana tapi kita kan tidak mau kirim karena kita tidak ingin kekurangan stok,” ungkapnya.

Pedagang lain, Tari mengklaim, cabai lokal lebih berkualitas dibanding yang dari luar meski harganya sedikit mahal.

“Cabai lokal itu segar-segar, tidak cepat busuk. Pokonya baguslah. Karena baru panen langsung jual. Kalau kiriman bisa sampai dua minggu di pasaran dan itupun kadang ada yang dikarbit,” ungkapnya.

Adapun harga cabai lokal yakni Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram atau naik Rp20 ribu dibandingkan dua minggu sebelumnya yang hanya Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.

“Ini mengikuti kenaikan cabai yang terjadi di beberapa daerah. Kita tidak tahu kenapa juga, tapi pembeli tetap aman-aman saja karena mungkin ini adalah kebutuhan kali yah,” tuturnya

Ia menjelaskan harga jual selalu disesuaikan dengan harga pengambilan dari petani. Jika pengambilannya Rp70 ribu maka harga jualnya Rp80 ribu. Namun jika pengambilannya Rp80ribu maka harga jualnya Rp90 ribu.

“Jadi untungnya kita itu hanya Rp10 ribu saja,” tutupnya. (Anti Patabang)