Cakupan Imunisasi Mimika Dipastikan Anjlok Tahun ini
Dinkes Mimika mempresentasikan capaian cakupan imunisasi hingga Oktober 2020.
Dinkes Mimika mempresentasikan capaian cakupan imunisasi hingga Oktober 2020.

Papua60detik - Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) baru di wilayah Kabupaten Mimika baru mencapai 50 persen pada akhir Oktober dari target 95 persen.

Dengan capaian demikian, hampir bisa dipastikan cakupan imunisasi di Mimika tahun ini bakal jauh dari target. Sama seperti tahun sebelumnya.

Tapi jika dibandingkan periode sama tahun lalu, cakupan tahun ini jauh lebih rendah. Tahun lalu, hingga akhir Oktober cakupan imunisasi Mimika ada di angka 64,8 persen. Di akhir tahun 2019, cakupan hanya bisa mencapai 76 persen.

Imunisasi dasar lengkap adalah keadaan jika seorang anak 0-11 bulan memperoleh imunisasi rutin secara lengkap mulai dari imunisasi HB 0, BCG, Polio 1-4, IPV, DPT-HIB-HB 1-3, MR dan IDL.

Kepala Seksi Imunisasi Dinkes Mimika, Nelsi B Allo menyebut, dari 23 Puskesmas, ada lima Puskesmas pegunungan yakni Tsinga, Jila, Aroanop, Hoya dan Alama yang tidak maksimal menjalankan imunisasi. Karena situasi dan kondisi tertentu pelayanan di lima Puskesmas itu dialihkan ke kota bekerja sama dengan Puskesmas lain.

Ia tak menjelaskan lebih jauh situasi dan kondisi yang dimaksudkannya.

“Kemudian ada juga Puskesmas pesisir yakni Agimuga yang baru aktif imunisasinya pada bulan Agustus. Sehingga memang mempengaruhi sekali untuk cakupan imunisasi. Walaupun Puskesmas pegunungan ini sudah bekerja sama dengan Puskesmas yang ada dalam kota, tapi cakupan imunisasi juga tidak begitu berpengaruh karena masih ada sebagaian masyarakat yang ada di pegunungan,” terang Nelsi dalam pertemuan media dengan Dinkes Mimika yang difasilitasi Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) di Hotel Horison Diana, Selasa (24/11/2020).

Untuk imunisasi HB 0 periode Januari-Oktober, cakupan tertingginya terjadi di Puskesmas Limau Asri sebesar 95,2 persen dan tidak ada sama sekali dilakukan pada lima Puskesmas wilayah pegunungan.

Kekosongan cakupan pada lima puskesmas pegunungan ini terjadi karena jangka waktu pemberian imunisasi ini sangat singkat yakni usia 0-7 hari. Sementara akses di pegunungan tidak seperti di kota yang mudah dijangkau.

“Kemudian juga, ada beberapa orang yang dari hamil tidak pernah periksakan diri, jadi petugas kesehatan tidak mendeteksinya. Walaupun petugas yang turun lapangan, tapi karena masyarakat kita banyak yang mobilitasnya tinggi, mungkin waktu hamil periksanya di Puseksmas satu tapi melahirkannya di Puskesmas lain,” jelasnya.

Cakupan imunisasi BCG tertinggi di Puskesmas Wania sebesar 150,4 persen dan kosong di Puskesmas Agimuga dan Jila. Imunisasi Polio 1 tertinggi di Puskesmas Atuka 202, 2 persen dan terendah Puskesmas Hoya yang cakupannya hanya 2,9 persen.

“Kalau cakupan Polio 2 itu yang tertinggi di Puskesmas Ayuka sebesar 134,1 persen dan yang kosong sama sekali Puskesmas Agimuga dan Tsinga. Dan untuk Polio 3 tertinggi di Ayuka 139 persen dan yang kosong Agimuga dan Jila,” ungkapnya.

Sementara untuk cakupan imunisasi  DPT HB-Hib 1 tertinggi di Puskesmas Atuka sebesar 190 persen dan terendah Tsinga 2,9 persen. DPT HB Hib 2 tertinggi di Puskesmas Ayuka 129,3 persen dan kosong Agimuga dan DPT HB Hib 3 tertinggi di Puskesmas Manasari sebesar 116,3 persen dan kosong di tiga Puskesmas yakni Agimuga, Jila dan Alama.

 “Imunisasi MR tertinggi juga di Puskesmas Atuka yakni 138,9 persen dan terendah di Puskesmas Agimuga yang kosong sama sekali yakni 0 persen dan untuk imunisasi IPV tertinggi di Puskesmas Wakia sebesar 191,7 persen dan kosong di delapan Puskesmas,” kata Nelsi.

Kekosongan cakupan yang terjadi di delapan puskesmas ini yakni Potowaiyburu, Agimuga, Jita, Tsinga, Arwanop, Hoya, Jila dan Alama karena kekosongan stok vaksin.

Ia beralasan, kondisi serupa juga terjadi hampir di seluruh Indonesia. Vaksinasi baru akan dilanjutkan tahun depan.

Adapun untuk cakupan imunisasi IDL di 23 Puskesmas, tertinggi terjadi di Puskesmas Jile Ale sebesar 95 persen, Limau Asri 90,3 persen dan kosong terjadi di 6 Puskesmas yakni Agimuga, Tsinga, Arwanop, Hoya, Jila dan Alama. (Anti Patabang)