Cerita Bupati Mimika Jadi Penyintas Covid-19
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Tak banyak yang tahu, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng pernah terinfeksi covid-19 pada awal Desember lalu. Kini ia telah sembuh dan berangsur pulih.

Sebagai seorang penyintas atau berhasil bertahan hidup melawan ganasnya covid-19, ia menceritakan, betapa sulitnya menjadi pasien covid-19, terutama karena harus menjalani isolasi.

Bupati mengaku pada awalnya tidak merasa telah terpapar virus tersebut. Bahkan ia merasa sangat sehat sampai pada akhirnya infeksi covid-19 mulai menimbulkan gejala.

Gejala awal yang dirasakannya mirip saat sakit malaria. Suhu tubuhnya naik dan turun. Mengira itu gejala malaria, Bupati pun meminta untuk tes darah.

Setelah dites, hasilnya negatif malaria. Ia pun memutuskan untuk melakukan tes usap atau swab dan hasilnya menunjukkan dirinya positif terpapar covid-19.

"Barulah ketika saya makan tidak ada rasa dan penciuman hilang, dokter pun datang untuk tes usap dan hasilnya positif (covid-19) yang sudah parah," ungkapnya saat ditemui wartawan di Rumah Jabatan Ketua DPRD Mimika, Kamis (31/12/2020).

.Bupati mengaku sempat merasa frustrasi dengan keadaannya hingga berfikir untuk lari dari ruang isolasi RSUD Mimika.

"Saya berfikir kalau harus lari, bahkan saya sudah usaha untuk membuka selang infus itu, dan perhatikan jalan keluar kira-kira mana yang akan saya ambil. Akhirnya hal itu urung saya lakukan. Saya pun meminta izin ke dokter untuk bisa dirawat di rumah," kenangnya.

Saat di ruang isolasi RSUD, ungkapnya, petugas di sana hanya memberikan bantuan oksigen dan vitamin.

"Jadi ada perbedaan ketika seseorang itu terpapar dan segera dilakukan perawatan dibandingkan saya yang terpapar tapi belum sadar, sehingga perawatan itu terlambat, sakitnya berbeda," ujarnya.

Maka dari itu ia mengimbau masyarakat sukarela melakukan tes usap. Kalau perlu kata Bupati, dilakukan secara rutin perbulan. Tujuannya agar masyarakat dapat menjaga diri dan keluarga dari covid-19

"Masyarakat tidak perlu takut tes usap. Daripada seperti saya, sudah kena, baru setelah gejala masuk rumah sakit," tuturnya.

Setelah memenangkan pertarungan melawan covid-19, Bupati mengaku kondisi kesehatannya berangsur pulih dan dapat kembali berkegiatan. (Fachruddin Aji)