Covid-19 Mengganas, PT Freeport Tutup Fasilitas Publik
Pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia di masa pandemic covid-19. Foto: Dok/Papua60detik
Pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia di masa pandemic covid-19. Foto: Dok/Papua60detik

Papua60detik - Meningkatnya penularan covid-19 di área PT Freeport Indonesia (PTFI), membuat menejemen menutup sementara fasilitas-fasilitas publik dan menerapkan pembatasan kegiatan-kegiatan komunitas terhitung sejak hari Sabtu (10/7/2021) lalu.

Menurut keterangan pers yang diterima Papua60detik.id, Rabu (14/7/2021), seluruh kegiatan pelatihan karyawan secara tatap muka akan ditunda sementara waktu. Divisi Occupational Health and Safety (OH&S) dan Learning and Organization Development (L&OD) saat ini sedang melakukan penjadwalan ulang pelatihan-pelatihan karyawan di area perusahaan di Kabupaten Mimika (Jobsite) untuk dilakukan secara daring (online).

Kegiatan-kegiatan rutin seperti rapat dan briefing karyawan di tempat kerja juga harus dilakukan sedapat mungkin secara daring (online). Penerapan protokol kesehatan secara ketat dilakukan jika pertemuan tatap muka. Seluruh tempat ibadah di area perusahaan ditutup sementara untuk semua kegiatan, ibadah dilakukan secara pribadi di dirumah masing masing.

Penutupan sementara seluruh fasilitas rekreasi dan olahraga, termasuk fasilitas lapangan olah raga akan terus dilanjutkan. Semua orang yang melakukan kegiatan olahraga di luar ruangan wajib mematuhi protokol kesehatan terutama dengan memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun.

Outlet-outlet perbelanjaan Food Mart Primo akan tetap dibuka sesuai jadwal operasional pukul 08.00 WIT - 18.00 WIT. Para petugas Food Mart Primo akan mengatur jumlah pengunjung di dalam toko agar tidak terjadi kerumunan orang dan membantu memastikan penerapan penjagaan jarak saat berbelanja. Restoran dan cafetaria akan terus memberikan layanan terbatas untuk pengemasan makanan untuk dibawa ke luar (deliveri).

Vice President Govenrment Relations PTFI Jonny Lingga membenarkan perusahaan sedang melakukan pembatasan kegiatan dan penutupan sementara fasilitas publik.

"Iya, karena meningkatnya kasus maka hal tersebut dilakukan," katanya saat dikonfirmasi

Per Selasa (kemarin) kata Jonny, kasus aktif yang tercatat di PTFI sebanyak 321 orang dengan tingkat kesembuhan 93 persen. Dari jumlah tersebut 15 orang dirawat di rumah sakit sementara sisanya melakukan karantina karena mereka tanpa gejala dan gejala ringan.

"Kami berharap dua minggu ke depan kasus aktif sudah menurun karena banyak yang sembuh," katanya.

Selain pembatasan kegiatan dan penutupan ruang publik, PTFI berusaha mengurangi pergerakan karyawan dari dataran tinggi ke dataran rendah atau dari Tembagapura ke Mimika.

"Kami meminta karyawan untuk bekerja sama mengikuti imbauan pemerintah dan perusahaan," tutupnya. (Fachruddin Aji)