Covid-19 Papua Naik Signfikan, Pecah Rekor di Awal Juli
Vaksinasi covid-19. Foto: Satgas Covid-19 Papua
Vaksinasi covid-19. Foto: Satgas Covid-19 Papua

Papua60detik - Serupa yang terjadi di Pulau Jawa, Covid-19 di wilayah Provinsi Papua juga mengalami lonjakan siginfikan Juli ini.

Hasil evaluasi mingguan Satgas Covid-19 Papua menunjukkan peningkatan temuan kasus pada minggu pertama Juli 2021 mencapai 300,6 persen dibanding periode yang sama di Juni 2021.

"Awal Juli terjadi rata-rata 244 kasus perhari, Juni 60 kasus perhari," kata Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, dr Silwanus Sumule, Sabtu (10/7/2021) malam.

Bahkan pada 8 Juli temuan kasus memecahkan rekor laporan harian sejak kali pertama covid-19 di temukan di Papua.

Pada tanggal itu laporan harian mencapai 405 kasus. Paling banyak dilaporkan Kabupaten Biak Numfor 121 kasus.

"Data kita tertinggi tahun lalu di Bulan Oktober, tapi di tanggal 8 juli 2021 kasusnya mencapai 405," katanya,

Di tanggal yang sama, terjadi 10 kasus kematian akibat covid, paling banyak dari Kabupaten Biak Numfor, 5 kasus.

Pekan lalu, Bed Occupancy Rate (BOR) atau rata-rata keterisian tempat tidur dari 45 rumah sakit dan 16 rumah sakit rujukan di seluruh Papua ada pada angka 52,6 persen.

Tapi pada Sabtu malam, khusus di wilayah Kota Jayapura Kabupaten Jayapura dan Keerom, BOR baik rumah sakit pemerintah, TNI-Polri dan swasta ada pada posisi 96 sampai 97 persen.

"Rumah Sakit Dok II sebagai pusat rujukan per pukul 20.00, semua ruangan penuh termasuk ICU Covid. Ada 9 pasien yang masih menunggu bisa masuk ruangan dan saat ini tertahan di IGD khusus penyakit tropis," ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya, secara keseluruhan Pemprov Papua masih sanggup menangani pandemi covid-19 baik dari kesiapan rumah sakit, obat dan oksigen.

Yang perlu saat ini adalah setiap kabupaten kota memastikan ketersediaan reagen pemeriksaan covid-19, ketersediaan tenaga kesehatan dan memperkuat koordinasi pada aspek rujukan. (Burhan)