Dengan Protokol Covid-19, GKI Marthen Luther Sempan Mimika Mulai Ibadah
Papua60detik- Memasuki masa adaptasi pola hidup new normal atau tananan hidup normal baru di masa pandemi covid-19, rumah-rumah ibadah telah dibuka kembali seperti biasa.
Gereja Kristen Injili (GKI) Marthen Luther Sempan Mimika juga tidak melewatkan kesempatan baik itu.
Mulai Minggu (28/6/20) peribadatan kembali dibuka bagi jemaatnya dengan tiga kali pertemuan yaitu subuh pukul 06.00 WIT, pagi pukul 09.00 WIT dan sore pukul 16.00 WIT. Ibadah hari itu adalah kali pertama di masa pandemi covid-19.
Ibadah dilakukan dengan memberlakukan protokol kesehatan, yaitu memastikan jemaat mencuci tangan sebelum memasuki gedung gereja. Di depan pintu jemaat disambut oleh salah satu majelis yang memeriksa suhu tubuh. Ketika duduk, jemaat harus menjaga jarak satu sama lain.
Pendeta Mathelda A Warikar STh yang memimpin ibadah sore mengatakan, selain menghadiri ibadah di gereja, jemaat tetap bisa mengikuti ibadah dari rumah lewat live streaming.
Pemkab Mimika, katanya, telah mengizinkan pembukaan rumah peribadatan sejak 21 Juni lalu. Namun karena GKI Marthen Luther adalah salah satu gereja yang jemaatnya sangat banyak maka sepekan awal digunakan untuk sosialisasi kepada jemaat tentang tata cara dan aturan beribadah di gereja sesuai protokol kesehatan.
"Sehingga ketika jemaat datang beribadah mereka sudah tahu bahwa sebelum masuk gereja harus mencuci tangan kemudian harus diperiksa suhu tubuhnya dan terutama harus memakai masker. Jadi jika ada yang tidak sesuai aturan maka dengan sangat terpaksa kami tidak mengikutkan mereka dalam ibadah" katanya.
Lewat surat edaran, Badan Pekerja Am Sinode (BPAS) juga memperingatkan jemaat yang bisa datang beribadah adalah orang dewasa17 tahun ke atas dengan ketentuan dalam keadaan sehat. Bagi lansia dianjurkan beribadah online dari rumah masing-masing.
Salah satu jemaat, Angky F Sasidjawa mengaku gembira ketika diperbolehkan kembali beribadah di gereja meski harus mematuhi aturan. Ia datang beribadah dengan menggunakan masker.
"Kami percaya pemerintah itu adalah wakil Allah di dunia ini. Jadi apapun aturan yang dikeluarkan saat ini demi menuju masa depan yang baru, kami sebagai warga akan mematuhinya," kata Angky.
Ibadah di gereja Marthen Luther Sempan Timika tidak terlepas dari campur tangan pemerintah yang ikut membantu menyediakan dan melengkapi fasilitas kesehatan di lingkup gereja.
Dalam beberapa kali kesempatan, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Perecepatan Pengendalian Covid-19, Reynold Ubra menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama dan pengelola rumah ibadah atas kerja sama mengendalikan penularan covid-19. (Yunita S)