Di Timika, Pandemi Covid Bisa Turunkan Kasus Malaria
Papua60detik - Pandemi covid-19 ternyata membawa dampak pada penanganan kasus malaria di Timika. Hal itu terlihat pada menurunnya angka Annual Parasite Incidence (API) atau angka kesakitan per 1000 penduduk berisiko dalam satu tahun.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Obet Tekege menyebut, pada 2019 API malaria di Kabupaten Mimika tercatat 374,79 per 1000 penduduk. Angka itu menurun pada 2020 menjadi 247,2 per 1000 penduduk.
Obet menilai, penurunan itu dikarenakan situasi pandemi covid-19 yang sedang terjadi.
"Mungkin masyarakat yang kena malaria ini takut untuk periksa," jelasnya, Kamis (12/11/2020) kemarin.
Obet berpendapat, kebijakan pembatasan aktifitas juga berdampak pada penurunan kasus malaria.
"Kita tidak bisa deteksi lebih lanjut soal penderita malaria ini karena mereka kan tidak bisa keluar rumah sewaktu marak isolasi. Mungkin saja pada jam itu dong digigit terus sakit tapi tidak bisa Puskesmas karena takut, itu bisa saja terjadi," katanya.
Dinkes sendiri berencana akan melakukan evaluasi kembali pada akhir November ini guna memastikan sejauh mana penurunan API Malaria di Mimika.
"Kita akan prediksi kasus meningkat atau tidak sekaligus evaluasi di bulan ini (November)," jelasnya.
Dalam upaya eliminasi malaria, Pemprov Papua menargetkan seluruh wilayahnya masuk periode eliminasi malaria atau API di bawah 1 per 1000 penduduk pada 2026. Artinya, API malaria Mimika harus bisa turun di bawah angka 1 per 1000 penduduk paling lambat pada 2026.
Pada upaya itu, Dinkes Mimika mengambil inisitiaf menyusun rancangan peraturan daerah (Perda) tentang penanganan malaria. Pertemuan perdananya awal September kemarin. Targetnya Perda itu sudah disahkan sebelum 2021. (Fachruddin Aji)