Dinkes Mimika Ajak Kepala SD dan TK Bahas Strategi Imunisasi Anak
Vaksinasi anak. Foto: Dok/ Papua60detik
Vaksinasi anak. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik– Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika menggelar diskusi dengan kepala sekolah tingkat SD dan TK membahas strategi pemberian imunisasi pada anak usia sekolah, umur 6 sampai 11 tahun. 

Senin (14/3/2022) kemarin diskusi dengan kepala SD, dilanjutkan Selasa (15/3/2022) khusus kepala sekolah TK.

Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra mengatakan tujuan diskusi dua hari itu untuk menyusun strategi pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Bulan Imunisasi Campak Rubela (BICR) sekaligus Imunisasi Covid-19 bagi anak usia 6 sampai 11 tahun.

"Dinkes dan YP2KP pada akhir Februari kemarin juga sudah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan serta kepala sekolah dari SD hingga SMP dan sudah ada beberapa kesepakatan untuk percepatan vaksinasi Covid-19 khususnya dalam hal pengorganisasian," ujarnya saat ditemui disela kegiatan, yang digelar di salah satu hotel yang berada di Jalan Budi Utomo, Mimika, Selasa (15/3/2022).

Dinkes Mimika berharap mendapat masukan dari kepala sekolah agar strategi imunisasi bisa berjalan baik. Paling utama, vaksinasi anak diterima dan didukung orang tua siswa.

Pemerintah pusat menargetkan 95 persen anak usia sekolah terjangkau program imunisasi. Namun sudah dua tahun belakangan yaitu 2020 dan 2021 cakupan imunisasi anak di Mimika menurun. 

Tahun 2020 cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) hanya mencapai 60,7 persen dari total sasaran sebesar 5.151 bayi. Cakupan IDL 2021 baru mencapai 64,8 persen.

Reynold mengakui, beban sekolah kali ini adalah meyakinkan orang tua siswa. Apalagi di masa pandemi Covid-19 banyak disinformasi yang beredar dan bisa mempengaruhi orang tua siswa.

Konsultan Unicef, Supingatin mengatakan mendukung kegiatan tersebut agar perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi cakupan imunisasi bisa terlaksana.

Unicef Papua akan mendukung pemerintah daerah agar memenuhi target imunisasi nasional yang ditargetkan minimal 95 persen. BIAS ditargetkan 98 persen, vaksinasi Covid-19 ditargetkan minimal 70 persen.

“Kita berharap target imunisasi bisa tercapai karena kebetulan tahun ini hampir bersamaan waktu pelaksanaan imunisasi dan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun. Sebab, jika cakupannya tinggi dan merata bisa mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Karena beberapa daerah sudah bermunculan KLB PD3I terutama rubela,” tutupnya. (Fachruddin Aji)