Dinkes Mimika Perkuat Penanganan Malaria dan TBC
Ilustrasi TBC. Foto: Canva
Ilustrasi TBC. Foto: Canva

Papua60detik - Dinas Kesehatan Mimika terus memperkuat upaya pengendalian penyakit menular, malaria dan tuberkulosis (TBC). Fokus utama diarahkan pada deteksi dini, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta keterlibatan masyarakat. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra menjelaskan pengendalian malaria dititikberatkan pada pengendalian faktor risiko, terutama pemberantasan sarang nyamuk. 

Upaya ini juga didukung dengan meningkatkan fungsi Puskesmas pembantu (Pustu) serta memperkuat kolaborasi dengan kader kesehatan di kampung-kampung. Tahun ini, Dinkes menargetkan dua juta tes malaria untuk mempercepat deteksi dan penanganan kasus. 

Selain malaria, TBC juga menjadi perhatian serius karena menjadi indikator kunci dalam pembangunan kesehatan daerah. Dinkes meningkatkan target pemeriksaan TBC hingga tiga kali lipat.

"Kalau untuk deteksi TBC kami naikkan tiga kali lipat, sekitar 50 ribu pemeriksaan. Karena dari 15 ribu pemeriksaan, kami mendapat sekitar 2 ribu kasus dan ini menjadi beban," ujar Reynold Ubra saat diwawancarai, Rabu (25/02/2026). 

Untuk keberhasilan pengobatan TBC, secara nasional target minimal berada di angka 95 persen. Sementara di Mimika, target tahun 2025 ditetapkan sebesar 78 persen. Capaian saat ini ada di angka 76,6 persen.

Upaya mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan kini telah memiliki fasilitas pemeriksaan dahak (sputum) TBC di tingkat kampung, sehingga sampel tidak perlu lagi dikirim ke luar daerah.

Selain itu, terapi pencegahan TBC juga menjadi prioritas, terutama bagi anak-anak di bawah 15 tahun yang tinggal serumah dengan pasien TBC.

"Untuk memutus rantai penularan itu selain pengobatan dini, tapi deteksi juga lebih dini. Saya senang sekali sudah bisa dapat DPA. Jadi sputum TBC tidak kita kirim lagi ke kota, kita eksekusi di kampung-kampung. Petugas puskesmas langsung bisa periksa," pungkasnya. (Martha)