Disbunnak Papua Tengah Siapkan 1 Juta Bibit, Pacu Industri Kopi
Disbunnak Papua Tengah Sinkronisasi program pembangunan sektor perkebunan (komoditas kopi) dan sektor peternakan (pembibitan ternak) di wilayah Provinsi Papua Tengah. Foto: Elia Douw/Papua60detik
Disbunnak Papua Tengah Sinkronisasi program pembangunan sektor perkebunan (komoditas kopi) dan sektor peternakan (pembibitan ternak) di wilayah Provinsi Papua Tengah. Foto: Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Rafael Heri Nugroho mengaku sedang mempersiapkan pengadaan satu juta bibit kopi.

“Ini merupakan program prioritas Bapak Gubernur di subsektor perkebunan yaitu pengembangan komoditas kopi dan juga di subsektor peternakan berupa pembibitan ternak.”ujar Rafael di sela Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Sektor Perkebunan bersama pimpinan OPD dari delapan kabupaten, di Nabire, Senin (10/8/2026). 

Pengadaan satu juta bibit kopi itu katanya, bersumber dari APBD dan APBN.

Pembagian wilayah pengembangan pun telah dipetakan secara berdasarkan potensi keunggulan lokal di masing-masing kabupaten. 

“Untuk APBN tahun ini ada di Kabupaten Nabire untuk jenis kopi Robusta, sedangkan kopi Arabika dialokasikan di Kabupaten Dogiyai, Paniai, dan Puncak Jaya. Untuk dana APBD nanti akan disalurkan ke kabupaten lain yang belum mendapatkan alokasi bantuan APBN. Kita harapkan tidak ada kendala sehingga tahun ini bisa terealisasi,” ungkap Rafael. 

Menurutnya komoditas kopi merupakan tanaman yang paling berpotensi meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal karena sudah mengakar kuat dalam tradisi pertanian di delapan kabupaten wilayah Papua Tengah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mengawal rantai pasok dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan. 

“Tugas kami pemerintah bersama SCOPI adalah melakukan pembinaan dan pendampingan agar tanaman kopi ini berhasil tumbuh. Selanjutnya, kami akan menyiapkan akses pasar, mungkin dengan mendirikan pabrik pengolahan kopi di Papua Tengah sebagai penampung hasil panen petani,” ujarnya. (Elia Douw)