Distrik Wania Ditetapkan Jadi Lokus Bebas Malaria
Kadistrik Wania, Richard Wakum menandatangani komitmen bebas malaria disaksikan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Kadinkes Mimika Reynold Ubra pada peringatan HMS, Senin (25/4/2022). Foto: Burhan/ Papua60detik
Kadistrik Wania, Richard Wakum menandatangani komitmen bebas malaria disaksikan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Kadinkes Mimika Reynold Ubra pada peringatan HMS, Senin (25/4/2022). Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik - Distrik Wania resmi ditetapkan jadi lokus bebas malaria pada peringatan Hari Malaria se-Dunia di Kabupaten Mimika, Senin (25/4/2022).

Komitmen bersamanya telah ditandatangani Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang juga Ketua Malaria Center (Malcen), Kadinkes Mimika Reynold Ubra, Kadistrik Wania, Richard Wakum, perwakilan mitra kerja Marcen, para kader malaria sampai tokoh masyarakat Distrik Wania.

"Wania jadi lokus. Kita akan keroyok ini," kata Wabup John Rettob.

Wabup kembali mengingatkan, penanganan malaria bukan hanya tanggung jawab Dinkes dan Malcen. Semua sektor harus terlibat. Idealnya, penanganan malaria dimulai dari tingkat paling bawah, di rumah tangga dan lingkungan masing-masing.

"Sektor lain harus turut serta, punya peran. Semua ini kita punya tugas, punya peran," tegasnya.

Persoalan malaria makin menjadi concern saat ini karena berpengaruh pada aspek kesehatan lain. Penelitian membuktikan, 15 persen dari temuan kasus malaria di Mimika adalah ibu hamil. 

"Pengaruhnya ke janin yang dikandungnya. Risiko gagal tumbuh, akhirnya stunting. Maka menurunkan stunting kita juga harus menurunkan malaria," jelasnya.

Penetapan Distrik Wania sebagai lokus bebas malaria bukan tanpa pertimbangan matang. Pemerintah distrik, kampung dan kelurahan, Puskesmas dan kader malaria bisa bersinergi. Buktinya angka stunting dan malaria turun signifikan di Distrik Wania.

"Komitmen di distrik (Wania) ini sudah sangat baik, termasuk kader-kader. Kasus malaria sebenarnya di sini turun 45 persen. Itu kita ukur dari Mart 2021 sampai Januari 2022," kata Reynold.

Penduduk Distrik Wania berjumlah kisaran 40.000 jiwa yang tersebar pada tiga kelurahan dan empat kampung.

Wilayahnya ditetapkan sebagai lokus bebas malaria, Kadistrik Wania, Richard Wakum bersemangat. Ia setuju, memberantas malaria harus dimulai dari tingkat rumah tangga.

"Tadi kami sudah sampaikan ke kepala kelurahan dan kampung agar para ketua RT berperan aktif. Nanti kita juga turun sosialisasi dengan Puskesmas dan teman-teman kader malaria. Kami akan kawal. Kader-kader paling aktif di sini. Mereka yang berperan penting, loyalitas pelayanannya tinggi," katanya.

Tahun 2021, Annual Parasit Insidence (API) malaria di Mimika masih pada angka 300 per 1000 penduduk. Angka itu berarti, sekitar 30 persen penduduk terkena malaria tahun lalu.

Saat ini Mimika masih sebagai rangking pertama penyumbang kasus malaria di tingkat nasional. Angka sumbangan kasusnya mencapai 38,35 persen.

Di tingkat provinsi, Mimika juga menduduki papan paling atas dengan sumbangan 42 persen kasus.

Mimika menarget masuk pre eliminasi malaria tahun 2026, dan eliminasi tahun 2030. Pre eliminasi berarti API di bawah 5 per 1000 penduduk dan masa eliminasi, API mesti di bawah 1 per 1000 penduduk. (Burhan)