Dua Tahun Absen, Christmas Flight PT Freeport Kembali Hadir
Papua60detik - Program Christmas Flight PT Freeport Indonesia untuk karyawan asli Papua yang sempat ditiadakan selama dua tahun karena pandemi covid-19 akhirnya kembali dimulai.
Sebanyak 2.508 karyawan sudah terdaftar sebagai penumpang terdiri dari 1.732 karyawan tanggungan PT Freeport, 230 karyawan dan tanggungan PT KPI, 377 karyawan dan tanggungan PT PSU, 59 karyawan dan tanggungan PT AVCO, 9 karyawan dan tanggungan PT PJP, 12 orang karyawan dan tanggungan RS ISOS, 12 karyawan dan tanggungan Sekolah YPJ, 6 karyawan dan tanggungan PT Mahaka, 56 karyawan dan tanggungan Rimba Papua Hotel dan 2 karyawan dan tanggungan Institut Pertambangan Nemangkawi.
Pembukaan penerbangan dan perahu Natal 2021 ini dibuka langsung oleh Vice President Hubungan Industrial PT Freeport Indonesia, Demi Magai, Kamis (9/12/2021) di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Ketua Panitia Christmas Flight 2021, Yusak mengatakan pendaftaran calon penumpang pada program ini dibuka sejak 30 Oktober dan akan berlangsung hingga 31 Desember.
Pelayanan keberangkatannya akan berlangsung hingga tanggal 23 Desember. Sementara untuk jadwal penjemputannya akan dimulai 6 Januari 2021 hingga 16 Januari 2021.
“Koordinator masing-masing wilayah harus terus berkoordinasi dengan kami supaya kita bisa mengatur penjemputannya,” ungkapnya.
Dalam penerbangan ini, PTFI melibatkan lima maskapai penerbangan yakni Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Airfast, Reffen Air dan chopper.
Maskapai Sriwijaya akan melayani penerbangan Manokwari, Sorong dan Merauke dengan sistem blok group dengan mengikuti flight reguler dan charther flight untuk tujuan Wamena.
Garuda Indonesia akan melayani rute Timika - Nabire dengan sistem blok group dengan mengikuti flight reguler. Dan Airfast twin otter melayani daerah Enarotali, Waghete dan Moanrmani, Kaiman, Fak-Fak, Serui dan Teluk Wondama.
Sementara Reffen Air dan Chopper siap mensuport program ini.
Selain penerbangan, karyawan Kamoro yang berada di wilayah pesisir disediakan bahan bakar untuk 17 daerah tujuan yakni Kokonao, Agimuga, Aika Wapuka, Ipaya, Potowaiburu, Poronggo, Timika Pantai, Agats, Atuka, Omawita, Sumapro, Ararao, Kekwa, Manasari, Umar, Yasaya dan Amar.
“Masing-masing mendapatkan 800 liter bahan bakar,” tuturnya.
Khusus untuk penerbangan, panitia menyediakan dua warna tiket kuning dan merah. Kuning untuk peserta yang akan pulang pergi, sedangkan merah hanya untuk satu kali perjalanan.
“Jadi nanti merah itu akan langsung diambil panitia. Kalau kuning itu akan diambil penumpang untuk digunakan sebagai tiket pulang kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Vice Presiden Hubungan Industrial PT Freeport Indonesia, Demi Magai mengucap syukur akhirnya program tahunan yang sempat tertunda karena pandemi ini bisa kembali dilaksanakan tahun ini.
“Ada beberapa daerah yang tidak bisa kita terbang karena situasi dan kondisi keamanan. Kita PTFI sangat mengutamakan safety,” ungkapnya.
Ia mengingatkan para karyawan yang menggunakan program ini untuk tidak lengah terhadap protokol kesehatan karena pandemi covid-19 belum berakhir.
“Tetap gunakan masker jangan sampai diabaikan karena ini penting. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tutupnya. (Anti Patabang)