Februari, Dinkes Mimika Bagikan Obat Cacing Massal
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin. Foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Bulan Februari nanti, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika kembali melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin, menjelaskan program ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni setiap Februari dan Agustus, sebagai upaya pencegahan dan eradikasi penyakit cacingan pada anak.

"Nanti selama satu bulan  full itu masyarakat di Mimika mulai umur 1 sampai 12 tahun itu akan diberi obat cacing. Kita sangat berharap masyarakat bisa menerima terus obatnya diminum untuk eradikasi cacing," ujar Kamaludin saat diwawancarai beberapa waktu lalu. 

Kamal menyebut pemberian obat akan dilakukan melalui berbagai layanan, seperti sekolah, Posyandu, serta Puskesmas, termasuk kegiatan sweeping bagi anak-anak yang belum mendapatkan obat cacing.

Meskipun selama ini kasus kecacingan ekstrem di Mimika memang belum ditemukan, Kamaludin menegaskan jika tidak dicegah dan diintervensi secara rutin, cacingan dapat berdampak serius pada kesehatan anak. 

"Kecacingan itu kalau tidak dibasmi, tidak diintervensi bisa menjadi anemia, kalau dia anak sekolah kecerdasan akan menurun. Gizi anaknya juga akan bermasalah, karena percuma makanannya bagus tetapi banyak cacingnya," terangnya. 

Ia menambahkan, cacingan umumnya berkaitan dengan kebersihan diri seperti kebiasaan bermain di tanah tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan kebersihan lingkungan yang kurang. Oleh karena itu, para orang tua diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program ini dengan memastikan anak-anak meminum obat cacing. 

"Kita berharap, kalau obatnya sudah dibagi sama petugas, tolong diminum. Jangan sampai dibagi tetapi tidak di minum malah disimpan di rumah," pungkasnya. (Martha)