Tembagapura Turun Salju, BMKG Beri Penjelasan
Kantor BMKG Moses Kilangin, foto: Martha/Papua60detik
Kantor BMKG Moses Kilangin, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Baru-baru ini Fenomena hujan salju kembali terjadi di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika. Meskipun termasuk langka, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Timika menyebut kejadian tersebut merupakan fenomena alam biasa karena kondisi geografis dan suhu udara di wilayah pegunungan tersebut.

Forecaster BMKG Timika, Steven Yawan, mengatakan, wilayah Tembagapura berada pada ketinggian lebih dari 3.000 kaki di atas permukaan laut, sehingga memiliki suhu udara yang jauh lebih dingin dibandingkan wilayah Timika di dataran rendah. 

Berdasarkan pantauan satelit, Steven menjelaskan, awan yang berkembang di wilayah Tembagapura didominasi oleh awan menengah. Pada saat yang sama, wilayah Kota Timika hanya mengalami hujan gerimis karena butiran presipitasi yang jatuh telah mencair sebelum mencapai permukaan.

"Karena wilayah Tembagapura itu lebih dingin daripada di bawah, sehingga uap air yang jatuh itu tidak mencair tetapi menjadi salju. Semakin tinggi suatu wilayah, suhu udaranya akan semakin rendah," ujar Steven saat diwawancarai, Selasa (27/01/2026). 

Steven menambahkan, perbedaan suhu antara Timika dan Tembagapura memang cukup mencolok. Perbedaan suhu tersebut dipengaruhi topografi (bentuk permukaan bumi). Suhu udara rata-rata di Timika dapat mencapai 30°C, sementara di Tembagapura suhu rata-rata berkisar antara 8°C - 14°C. Bahkan di wilayah Grasberg, suhu saat kejadian diperkirakan berada pada kisaran 6 - 8°C.

"Suhu serendah itu membuat hujan yang turun tidak mencair ketika sampai ke daratan, sehingga masih dalam bentuk salju," tambahnya. 

Sementara di Kota Timika, akhir-akhir ini suhu terasa lebih panas, BMKG mencatat suhu maksimal mencapai 35°C. Hal itu disebabkan karena wilayah Papua memasuki musim peralihan dari angin Timuran ke angin Baratan. 

"Tapi itu hal yang normal. Karena masuk pada peralihan akan lebih kering daripada angin Baratan. Tetapi hujan masih ada karena faktor lokal," pungkasnya. (Martha)