Ratusan Siswa Telat Kembali ke Asrama Pasca Nataru, SATP Tekankan Kedisiplinan
Orang tua mengantar anaknya kembali ke SATP, foto: Martha/Papua60detik
Orang tua mengantar anaknya kembali ke SATP, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik YPMK selaku pengelola dana kemitraan PTFI, membuka pendaftaran ulang khususnya bagi siswa yang terlambat kembali ke asrama pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Hari ini, Jumat (23/01/2026), 190 siswa kembali ke sekolah diantar orang tua masing-masing. Daftar ulang ini dirangkaikan dengan pertemuan pihak sekolah dan para orang tua. Pihak sekolah memaparkan penegasan dan konsekuensi bagi siswa yang terlambat.

Kepala Asrama, Wilhelmus Wanmang mengatakan dari total 1.170 siswa, sebanyak 935 siswa telah kembali dan melakukan daftar ulang. Sebelumnya, batas pendaftaran adalah tanggal 15-17 Januari. Bagi yang belum, hari ini menjadi kesempatan terakhir kecuali bagi siswa dari pesisir yang belum kembali, mereka diberi keringanan karena kondisi alam. 

"Bagi siswa yang terlambat pada hari ini, mereka akan laporkan diri ke YPMAK untuk daftar ulang di sana. Artinya ditanya komitmen mereka masih mau sekolah atau tidak di SATP," kata Wilhelmus. 

Ia mengatakan ada konsekuensi bagi siswa terlambat mendaftar ulang, berupa hukuman disiplin ringan, seperti membersihkan kamar, menjaga kebersihan lingkungan asrama, serta mengikuti program kemandirian. Selain itu, tidak diberikan izin keluar asrama selama satu semester.

"Kalau mereka yang sudah awal masuk ke luar, mereka itu dibuat spesial dan mereka boleh izin. Kalau ada duka apa, kami masih bisa berikan izin. Tapi kalau mereka yang hari ini terdaftar, mereka tidak diberikan kesempatan untuk izin," tambahnya.

Salah satu orang tua siswa, Jhony Magal pada kesempatan tersebut menegaskan kepada siswa bahwa di luar sana tidak ada sekolah yang gratis. Ia meminta anak-anak untuk memanfaatkan dengan baik peluang yang diberikan Yayasan Pemberdayaan Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI. 

Ia berharap, dengan pendidikan yang baik, anak-anak Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya bisa tumbuh menjadi manusia yang berguna dan mampu menjadi pemimpin. 

Jhony menegaskan, anak-anak tidak menyia-nyiakan perjuangan orang tua, tidak meninggalkan asrama tanpa pemberitahuan, menempuh pendidikan dengan disiplin. Orang tua yang lainnya juga meminta agar pihak sekolah menertibkan HP siswa. 

"Kamu bisa menjadi manusia, kamu bisa menjadi pemimpin. Kamu bisa jadi bupati, mengelola kabupaten Mimika ke depan. Amungme, Kamoro dan lima suku kerabat lainnya harus bisa. Dengan pendidikan yang baik, kamu membangun negerimu sendiri," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah, Sonianto Kuddi mengatakan konsekuensi bagi siswa yang terlambat mendaftar ulang adalah bagian dari pendisiplinan diri. Hal itu supaya kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, termasuk jika para siswa melanjutkan pendidikan di tempat lain.

Sebalikny, SATP juga memberikan reward kepada siswa yang mendaftar ulang tepat waktu sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. 

"Jadi pendaftaran ulang itu sangat penting bagi mereka bahwa saya terlambat ini merupakan hal yang serius, hal yang harus diubah dari hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan," terangnya. 

Sonianto Kuddi pun menyampaikan terimakasih kepada PTFI dan YPMAK yang terus mendukung pendidikan yang bermutu di SATP. (Martha)