YPMAK Kick Off Tahun Kedua Program Kampung Sehat
YPMAK kick off tahun kedua Program Kampung Sehat, foto: Martha/Papua60detik
YPMAK kick off tahun kedua Program Kampung Sehat, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan dana PT Freeport Indonesia (PTFI) Kick Off tahun kedua Program Kampung Sehat. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Senin (26/1/2026).

Kick off dihadiri Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika serta tiga mitra pelaksana program Kampung Sehat, yakni Papua Lestari, Yayasan Rumsram, dan Yayasan Ekologi Papua.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka berharap kerjasama ini bukan hanya pada bidang kesehatan saja, tapi dari bidang lainnya seperti pendidikan dan ekonomi.

"Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan di tahun lalu bisa dilanjutkan dengan semangat baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik kepada masyarakat tujuh suku maupun semua warga di kabupaten Mimika," ujarnya. 

Konsultan Program Kesehatan Masyarakat YPMAK, dr Anrian Pah, menjelaskan kick off tahun kedua ini untuk melihat sejauh mana kolaborasi dan peningkatan yang telah dilakukan, tidak hanya dari sisi aktivitas, tetapi juga dari sisi data dan dampak di tingkat masyarakat.

Salah satu fokusnya adalah memastikan apakah data terkait program sudah tersinkronisasi baik dari data internal Kampung Sehat maupun data yang berasal dari puskesmas dan dinas kesehatan. 

Ia menambahkan sinkronisasi yang dimaksud bukan hanya di tahap pelaksanaan, tetapi juga mencakup pembagian tugas tenaga kesehatan, pelayanan logistik, hingga pencatatan dan pelaporan data. 

Menurutnya, pada tahun kedua pelaksanaan program Kampung Sehat sudah terlihat kemajuan, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat.

"Pendayagunaan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hari ini kita mengkonfirmasi sinkronisasi data, kegiatan, dan pembagian tugas di kampung-kampung," ujarnya.

Sementara itu, Project Manager Yayasan Care Peduli, Tengku Rodan, mengatakan kick off ini difokuskan pada upaya kolaborasi data, rujukan, dan tantangan dalam Program Kampung Sehat dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas.

Ia menyebut hingga saat ini yang menjadi kendala di lapangan adalah data pelaporan yang harus disinkronkan baik di internal program kampung sehat dan bisa beradaptasi dengan laporan standar di Dinas Kesehatan. 

Untuk sinkronisasi data, Yayasan Care Peduli akan melakukan pertemuaan tiga bulanan dan melakukan sinkronisasi data tingkat lapangan.

"Data- data itu kemudian bisa sinkron sampai ke Dinkes. Tapi muaranya bukan kami yang melaporkan ke dinas, namun harus lewat Puskesmas. Kita berharap data itu menjadi sinkron sehingga tidak terjadi penggandaan data," pungkasnya. (Martha)