FPHS Tsingwarop Demonstrasi ke Kantor Bupati Mimika, ini Tuntutannya
Ratusan masyarakat dari tiga kampung, Tsinga, Waa-Banti dan Aroanop dikoordinir FPHS Tsingwarop demonstrasi ke Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika,  Kamis (27/08/2020).
Ratusan masyarakat dari tiga kampung, Tsinga, Waa-Banti dan Aroanop dikoordinir FPHS Tsingwarop demonstrasi ke Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kamis (27/08/2020).

Papua60detik - Ratusan masyarakat dari tiga kampung, Tsinga, Waa-Banti dan Aroanop demonstrasi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih SP3, Kamis (27/08/2020).

Demonstrasi dikoordinir oleh Forum Pemilik Hak Sulung Tsinga, Waa-Banti dan Aroanop (FPHS Tsingwarop).

Ketua FPHS, Yafet Manga Beanal mengatakan, demontrasi mereka untuk meminta Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dipecat lantaran menurutnya sudah tidak layak memimpin Mimika.

Eltinus dalam pandangan Yafet telah melupakan warganya terkhusus tiga kampung pemilik hak sulung dan pemilik hak ulayat yang kawasannya digunakan sebagai area tambang PT Freeport Indonesia (PT FI).

"Kami melihat bahwa Eltinus Omaleng tidak mampu untuk menyelesaikan masalah ini maka dari itu sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai Bupati Mimika," ujarnya sembari memberikan dua pilihan.

"Eltinus Omaleng harus mundur dari jabatannya sebagai Bupati Mimika. Jika tidak mundur maka kami akan tutup PT Freeport karena kekayaan kami sudah lama diambil," kata Yafet.

Sementara Sekertaris II FPHS Tsingwarop, Elfinus Omaleng Jangkup memandang Eltinus Omaleng tidak layak menjabat sebagai bupati Mimika. Ia menilai, yang bersangkutan tidak pernah melihat kepentingan masyarakat.

"Kami masyarakat dari tiga kampung, keluarga dari Bapak Eltinus Omaleng tidak merasa beliau hadir di Kabupaten Mimika sebagai orang profesional untuk menjadi bupati, untuk melihat kepentingan seluruh elemen masyarakat," tuding Elfinus.

Ia pun mendesak para pejabat tinggi negara datang ke Kabupaten Mimika menyelesaikan pergolakan tanah hak ulayat di area tambang PT FI.

"Jika engkau ingin terus beroperasi di atas tanah saya, atau engkau mau berinvestasi saham dan perusahaan anda berjalan lancar. Kami menunggu kedatangan Bapak Presiden dan rombongan di rumah negara Kabupaten Mimika," tegasnya.

Selain itu, Elfinus juga menginginkan masyarakat pengungsi dari wilayah Tembagapura dikembalikan ke kampung halamannya.

Sebelum menyampaikan aspirasi di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, ratusan massa aksi berkumpul di Lapangan Timika Indah. Pukul 10.20 WIT, mereka mulai bergerak ke titik aksi dengan pengawalan ketat aparat TNI-Polri.

Sayangnya, tidak ada satupun pejabat Pemerintah Kabupaten Mimika yang menerima aspirasi mereka.

Rencananya, mereka akan menduduki Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika sampai aspirasinya dipenuhi. (Salmawati Bakri/ Yunita S)