Freeport dan PSSI Gandeng KNVB Coaching Clinic Pelatih & Pemain Muda Papua
Foto bersama pada penutupan Coaching Clinic kerja sama PTFI, PSSI, dan KNVB di Mimika Sport Complex (MSC). Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik
Foto bersama pada penutupan Coaching Clinic kerja sama PTFI, PSSI, dan KNVB di Mimika Sport Complex (MSC). Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik

Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menutup coaching clinic pelatih sepak bola di Mimika Sport Complex (MSC), SP-5, Timika, Sabtu (30/5/2026).

Program ini merupakan bentuk kemitraan antara PT Freeport Indonesia dan PSSI yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelatih sepak bola melalui pelatihan serta transfer pengetahuan dari instruktur berpengalaman.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas pelatih, sekaligus pengembangan teknik dan strategi permainan bagi para pemain muda Papua. 

Dalam seremoni penutupan ini, hadir Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, Direktur Teknis PSSI Alexander Zwiers, instruktur KNVB Piet de Jong dan Andre Simmelink, perwakilan pemain Timnas U-23 Indonesia, jajaran PSSI, manajemen PTFI, Direktur Global Gorillaz Network (GGN) Rizky Aidi, serta para pelatih dan siswa PFA.

Sebelum seremoni penutupan, para peserta mengikuti sesi latihan di lapangan yang berlangsung pukul 13.30–15.00 WIT. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan closing ceremony hingga pukul 16.00 WIT.

Instruktur KNVB Piet de Jong mengaku terkesan dengan antusiasme para pelatih muda Papua yang memiliki semangat tinggi untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia juga mengingat kembali percakapannya dengan para pemain mengenai cita-cita mereka di dunia sepak bola.

"Saya bertanya apa mimpi kalian. Ada yang menjawab ingin ke Eropa. Saya bertanya lagi, untuk apa? Apakah untuk liburan? Namun ada yang menjawab ingin bermain di Real Madrid atau Chelsea. Saya percaya beberapa dari kalian bisa mewujudkan mimpi tersebut, karena kalian berada di tempat yang tepat untuk berkembang," katanya.

Piet de Jong menegaskan setiap pemain harus memiliki tanggung jawab terhadap proses pembelajaran dan pengembangan dirinya sendiri. Dengan dukungan para pelatih yang hadir dalam coaching clinic tersebut, sepak bola Papua memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menilai kurikulum yang dibawa KNVB sangat tepat sasaran karena berfokus pada penguatan fondasi permainan dan peningkatan partisipasi pemain sebelum memasuki level yang lebih tinggi.

Menurutnya, metode pelatihan yang diterapkan juga lebih taktis sehingga mudah dipahami dan diimplementasikan oleh pelatih maupun pemain di lapangan.

"Saya sangat bangga melihat anak-anak PFA bisa berlatih dengan intensitas tinggi, pola permainan yang cepat, mereka bisa menyesuaikan dengan pola dan latihan baru yang diterapkan dari pelatih luar negeri," ucapnya. 

Ratu Tisha menegaskan pentingnya menanamkan empat nilai utama dalam budaya sepak bola, yakni disiplin, respek, fairplay, dan persatuan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi identitas yang diterapkan di seluruh lingkungan PSSI, termasuk di Papua, karena menjadi fondasi pembentukan karakter pemain dan tim baik di dalam maupun di luar lapangan. 

"Empat nilai itu harus jadi ciri khas. Jadi satu daerah itu tidak dikenal dari tarian atau makanan saja, tapi juga gaya sepakbolanya. Ketika kita datang dengan pendekatan budaya yang tepat, jadi sangat mudah kita mentraformasi budaya sepakbola itu menjadi budaya positif," terangnya. 

Sementara itu, Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menjelaskan coaching clinic tahun ini merupakan pelaksanaan kedua setelah pertama kali diselenggarakan pada 2025.

Tahun lalu kegiatan tersebut hanya melibatkan 11 pelatih dari Papua Football Academy. Pada tahun ini cakupan peserta diperluas dengan melibatkan pelatih dari YPJ Kuala Kencana dan Sekolah Asrama Taruna Papua.

Ia menegaskan, melalui kemitraan dengan PSSI, PTFI berkomitmen mendukung pengembangan teknik dan strategi sepak bola bagi para pelatih serta pemain muda Papua. 

Nathan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari para pelatih, pemain PFA, tim PSSI, instruktur KNVB, hingga panitia pelaksana.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh selama coaching clinic dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Papua ke depan," pungkasnya. (Martha)