Freeport Peringati Hari Lingkungan Sedunia 2026, Usung 'Be the Resolution, Not the Pollution'
Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Graha Eme Neme Yauware, Foto: Martha/Papua60detik
Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Graha Eme Neme Yauware, Foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Mengusung tema 'Be the Resolution, Not the Pollution: Recycle and Converse', PT Freeport Indonesia (PTFI) berkolaborasi dengan Pemkab Mimika peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (5/6/2026). 

Sebelum puncak, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia telah dimulai sejak 8 Mei 2026 dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti aksi bersih lingkungan, edukasi lingkungan di sekolah, penanaman pohon, restocking benih ikan, webinar, talk show, hingga mangrove tour agar masyarakat lebih peduli pelestarian ekosistem.

Di wilayah operasional PTFI, aksi bersih lingkungan yang melibatkan ratusan peserta berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah. Kegiatan ini menjadi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mempererat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat melalui langkah-langkah nyata yang berkelanjutan.

Executive Vice President Sustainable Development di PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia perlu dimaknai sebagai momentum untuk membangun kesadaran dan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

"Tema ini mengajak kita semua untuk tidak hanya memahami isu lingkungan hidup, tetapi juga mengambil peran aktif melalui tindakan nyata dalam keseharian," ujar Claus.

Menurutnya, partisipasi setiap orang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Untuk itu, PTFI terus mengembangkan program pengelolaan lingkungan melalui inisiatif Zero Waste dan penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di wilayah operasionalnya.

Momentum ini juga diperkuat dengan peluncuran program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Pemkab Mimika. Program ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif elemen masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

"Kami meyakini bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama secara konsisten, melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi sarana refleksi bersama, bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial. 

Bupati mengajak masyarakat membangun budaya peduli lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga keindahan dan kelestarian Mimika. Jangan kita hanya lakukan sekadar seremonial, habis itu lupa. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali sejauh mana kita menjaga dan melestarikan lingkungan kita," pungkasnya. (Martha)