Gala Dinner Malaria Center Mimika, 28 Mitra Dapat Penghargaan
Ketua Malaria Center Mimika Johannes Rettob dan Kadinkes Mimika, Reynold Ubra bersama 28 mitra peraih penghargaan pada gala dinner public health di Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (9/4/2022) malam. Foto: Burhan/ Papua60detik
Ketua Malaria Center Mimika Johannes Rettob dan Kadinkes Mimika, Reynold Ubra bersama 28 mitra peraih penghargaan pada gala dinner public health di Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (9/4/2022) malam. Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik - Sebanyak 28 perusahaan dan lembaga mitra mendapat penghargaan pada gala dinner public health yang digelar Malaria Center (Malcen) Mimika di Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (9/4/2022) malam.

Ketua Malcen Mimika, Johannes Rettob menjelaskan, mereka yang mendapat penghargaan adalah mitra pendukung yang konsisten berkontribusi pada upaya eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.

"Penghargaan ini sebagai motivasi supaya mitra-mitra kita ini lebih semangat lagi dan perusahaan atau lembaga lain termotivasi jadi mitra juga untuk bersama-sama mengeliminasi malaria," kata John Rettob usai kegiatan.

Mimika sampai saat ini masih jadi penyumbang kasus malaria terbesar di Indonesia. Angka kontribusi kasusnya mencapai 30 persen secara nasional.

Tak heran jika Mimika jadi pusat kajian lembaga-lembaga penelitian semisal Universitas Indonesia, lembaga Eijkman sampai Kementerian Kesehatan RI.

Malcen Mimika, jelas John Rettob, terbentuk sejak 2013. Banyak program telah dikerjakan salah satunya adalah merekrut kader malaria di kampung-kampung.

Konsep atau prinsip kerja Malcen adalah kemitraan. Konsep ini konsisten dengan upaya promosi dan preventif di bidang kesehatan yang mensyaratkan kemitraan semua pihak, utamanya perusahaan.

Dan faktanya, setiap perusahaan berkepentingan pada kesehatan. Pekerja atau karyawan yang sehat otomatis berdampak pada tingkat produktifitas perusahaan.

Perusahaan yang jadi mitra diharapkan bisa berkontribusi dalam banyak aspek lewat program CSR mereka.

"Kesehatan ini sebenarnya adalah program kemitraan. Kesehatan milik semua. Dinas Kesehatan sebenarnya di garda paling belakang. Kita yang pencegahan ada di depan. Nah yang kita lakukan di program kemitraan ini salah satunya adalah pencegahan," jelas John Rettob yang juga adalah Wakil Bupati Mimika.

Malaria di Mimika ditargetkan memasuki tahap pre eliminasi pada 2026 dan masuk tahap eliminasi di 2030 sesuai target nasional penanggulangan penyakit malaria.

Gala dinner ini adalah rangkaian pertama peringatan Hari Malaria se-Dunia 2022 di Kabupaten Mimika. Puncak peringatannya pada 25 April nanti dipusatkan di Distrik Wania.

Pada gala dinner ini juga dilaunching film berjudul The Sand. Sebuah film dokumenter kesehatan yang mengangkat tema perubahan perilaku melahirkan di Kampung Ipaya. (Burhan)