Horison Ultima Timika Sambut Era New Normal Pandemi Covid-19
Papua60detik - Hotel Horison Ultima Timika menyambut kebijakan Pemerintah yaitu pola hidup baru (new normal) guna memberi keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung maupun karyawan hotel di masa pendemi covid-19.
"Berkaitan dengan hal tersebut berbagai upaya pencegahan terus dilakukan agar dapat memutus rantai penyebaran Covid19," kata Asst Sales & Marketing Manager Horison Ultima Timika, Ni Kadek Maretha kepada papua60detik, Senin (13/07/2020).
Maretha menjelaskan, berbagai kebijakan new normal yang dikeluarkan pihak manajemen hotel di antaranya, mengukur suhu tubuh setiap karyawan yang hendak bekerja, mewajibkan penggunaan masker dan face shield bagi karyawan yang berhubungan langsung dengan tamu serta menggunakan sarung tangan saat menyiapkan makanan maupun kamar bagi tamu.
Tidak hanya karyawan, guna melindungi tamu pihak hotel juga mewajibkan tamu yang memasuki area hotel untuk menggunakan masker.
"Khusus bagi tamu menginap yang tidak menggunakan masker akan diberikan pada saat check-in," ujarnya.
Selanjutnya, kata Maretha, sebelum memasuki area hotel petugas yang stand by di lobby juga mengarahkan tamu yang masuk untuk mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh sebelum tamu memasuki area hotel.
"Khusus untuk di dalam area hotel, setidaknya terdapat 20 hand sanitizer yang disediakan di public area seperti restaurant, reception, lift, cafe dan meeting room," ujarnya.
Sementara untuk melayani kegiatan pertemuan, pihak hotel memberlakukan set up ruangan berdasarkan physical distancing serta berkoordinasi dengan panitia penyelenggara yang mengadakan pertemuan untuk mewajibkan setiap pesertanya menggunakan masker dan menjaga jarak.
Sejak memasuki masa tanggap darurat, pihak hotel juga secara rutin menyemprotkan disinfectan di seluruh area hotel tidak terkecuali kamar-kamar serta public area seperti lobby, cafe, restaurant, gym dan lain-lain.
"Disinfektan secara rutin disemprotkan dua kali sehari yakni pagi dan malam," ujar Maretha.
Pihak hotel juga menampik informasi yang beredar dimasyarakat bahwa Hotel Horison Ultima Timika dijadikan tempat karantina bagi orang dengan status OTG, ODP, maupun positif Covid-19.
"Sejauh ini pihak hotel belum mengadakan kerja sama dengan pihak manapun untuk menjadikan hotel sebagai tempat karantina," ungkap Maretha.
Dengan menerapkan protokol kesehatan secara konsisten, Manajemen Horison Ultima Timika berharap agar para pengunjung hotel serta karyawannya dapat terhindar dari virus corona.
Di sektor pariwisata, lini bisnis perhotelan salah satu yang kena hantaman telak pandemi covid-19. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Timika, Bram Raweyai sempat mengkritisi kebijakan Pemkab Mimika yang cenderung hanya menggunakan satu hotel setiap melaksanakan kegiatan.
"Kita harap kepada pemerintah jangan fokus di satu hotel saja, tapi bagi juga ke hotel lain supaya kita sama-sama hidup. Iya kan," katanya.
Akibat pandemi covid-19, Pemkab Mimika menutup bandara dan pelabuhan bagi penumpang umum pada 26 Maret lalu. Di sisi lain, usaha perhotelan dan restoran memang sangat bergantung pada arus masuk penduduk.
Bandara dan pelabuhan kembali dibuka bagi penumpang ketika Mimika memasuki masa pra new normal sejak 5 Juni lalu. Pembukaan tetap dengan pembatasan, yaitu dua kali penerbangan dalam seminggu untuk setiap maskapai.
"Mudah-mudahan ada perubahan," katanya berharap. (Joe Situmorang)