Hujan, Angin dan Petir di Timika Diprakirakan Hingga Maret 2021
Prakirawan BMKG Mimika yang bertugas, Rabu (30/12/2020), Tesla Kadar Dzikiro. Foto: Anti Patabang/Papua60detik.
Prakirawan BMKG Mimika yang bertugas, Rabu (30/12/2020), Tesla Kadar Dzikiro. Foto: Anti Patabang/Papua60detik.

Papua60detik - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mimika memprakirakan hujan lebat, angin kencang dan petir yang melanda Kota Timika dan sekitarnya pada Selasa (29/12/2020) masih akan berlangsung hingga Maret 2021 mendatang.

Prakirawan BMKG Mimika, Tesla Kadar Dzikiro menjelaskan hal ini terjadi karena faktor global la Nina dan pertemuan massa udara di Timika. Fenomena itu kemudian menumpuk menjadi awan sehingga terjadi hujan yang disertai petir dan angin.

Fenomena la Nina di tahun 2020 mengakibatkan akumulasi curah hujan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Potensi hujan, petir dan angin akan terjadi pada sore hingga malam hari karena biasanya yang dari utara atau dari gunung orografis yang merupakan hujan di daerah pegunungan yakni Tembagapura itu turun ke Timika kemudian yang dari Timur itu juga akan masuk dan bertemu di Timika,” kata Tesla saat ditemui, Rabu (30/12/2020).

Ia menjelaskan curah hujan yang melanda Timika pada Selasa kemarin mencapai 191 mm per hari. Tergolong curah hujan tertinggi dan ekstrim sepanjang 2020 karena sudah melebihi curah hujan normal Kabupaten Mimika yang hanya 150 mm per hari.

Hujan kemarin mengakibatkan sejumlah pemukiman warga di Kota Timika terendam banjir.  Warga sampai harus bekerja hingga larut hanya untuk membersihkan rumah. Beberapa pohon juga tumbang karena angin kencang.

Dengan tingginya prakiraan curah hujan yang akan terjadi selama beberapa bulan ke depan, Tesla mengingatkan masyarakat Mimika untuk tetap waspada. BMKG pun katanya akan terus melaporkan informasi cuaca setiap harinya baik kepada pihak penerbangan maupun pelabuhan serta melalui media sosial BMKG Mimika untuk diketahui semua masyarakat.

“Dari seluruh Papua, curah hujan yang terjadi kemarin itu hanya terjadi di Timika. Karena awannya hanya terjadi di Timika. Sedikit di Kaimana, tapi mulai Timika barat jauh sampai Timika itu full. Jadi ini awannya hanya di Timika saja. Hujan lebat kemarin hanya terpusat di Timika karena dia mulai tumbuh sekitar pukul 14.00. Dimana awannya sudah tumbuh dan di jam 15.00 sudah mulai hujan hingga malam hari,” tutupnya. (Anti Patabang)