Ini Penyebab Harga Cabai Naik Turun di Pasar Sentral
Papua60detik - Per Kamis (10/3/2022), cabai rawit sekilonya dijual dengan Rp90 ribu di Pasar Sentral Timika.
Sehari sebelumnya sempat naik Rp100 ribu. Padahal cabai rawit sempat dijual Rp80 ribu sekilo.
Pedagang di pasar Sentral Timika, Mama Heni mengatakan, harga cabai rawit memang cenderung tak stabil. Jika harganya tiba-tiba melambung, itu artinya stok cabai lagi menipis.
"Harganya tidak stabil, kemarin sempat naik, jadi kalo ada kapal yang bawa ke Agats itu rebutan jadi mereka kasih naik. Timika kirim ke Agats, Ilaga, maka stoknya kurang. Pedagang berebutan sehingga mereka naikkan harga,"jelas Heni kepada Papua60detik di Pasar Sentral Timika, Kamis (10/3/2022).
Ia menduga, stok cabai selalu menipis dan harganya tak stabil karena ulang pedagang yang ia sebut tangan kedua.
Si tangan kedua ini yang biasanya mengirim cabai dari Timika ke kabupaten-kabupaten tetangga.
"Karena tangan kedua ini kirim ke Agats. Nah di situ biasa harga rica tiba-tiba naik, kadang sa beli 80 ribu tapi tiba-tiba naik. Kalo tidak ada bantuan dari Makassar atau Jayapura, langsung melambung.
Kalau tidak ada barang-barang dari luar itu, langsung melambung," kata udin, pedagang lain.
Sementara harga bawang dan tomat di Pasar Sentral Timika hingga jelang Ramadan tahun ini masih normal.
"Kalo tomat stabil 20 ribu sampai 25 ribu per kilogram, bawang merah dan putih juga masih stabil," jelas Heni.(Dicky Elwuar)