Jelang Belajar Tatap Muka, John Rettob Minta Guru Harus Siap Divaksin
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Jelang pemberlakuan kembali pembelajaran tatap muka, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob meminta semua guru tidak menolak vaksinasi covid-19.

Pemkab Mimika menurutnya, siap saja jika pembelajaran tatap muka dilakukan, hanya saja masih ada prosedur yang perlu disosialisasikan mulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP hingga SMA/SMK. Salah satunya prosedurnya adalah soal vaksinasi covid-19.

Sebelumnya Dinkes Mimika mengungkap, masih ada guru yang menolak divaksin covid-19 oleh petugas Puskesmas. Dinkes sementara mengumpulkan datanya.

"Banyak guru-guru yang menolak vaksin, kalau menolak vaksin berarti dia tidak usah mengajar. Kalau ada komorbid itu dikecualikan, kalau dia menolak alasannya takut nah itu dilarang mengajar," katanya saat ditemui wartawan, Selasa (8/6/2021)

Pemberlakuan pembelajaran tatap muka nanti, katanya harus melalui kesepakatan bersama semua stakeholder di Mimika sebagaimana kebijakan-kebijakan sebelumnya terkait covid-19.

Dikutip dari siaran pers YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengarahkan sekolah tatap muka harus dijalankan dengan hati-hati.

Selain itu tatap muka yang dilakukan harus secara terbatas. Artinya, jumlah peserta sekolah tatap muka maksimal 25 persen dari total murid. Seminggu hanya boleh dilakukan dua kali dengan waktu maksimal dua jam.

"Jadi seminggu hanya boleh dua kali dilakukan tatap muka, sehari maksimal hanya dua jam," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Ia menambahkan pilihan untuk menghadirkan anak ke sekolah ditentukan sendiri oleh orang tua murid. Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan agar semua guru divaksin sebelum sekolah tatap muka dimulai. (Fachruddin Aji)