Jelang Lebaran, Wabup John Rettob Pantau Harga Kebutuhaan Pokok di Pasar
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob turun langsung memantau harga dan stok kebutuhan pokok jelang lebaran di Pasar Sentral, Selasa (26/4/2022). Foto: Istimewa
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob turun langsung memantau harga dan stok kebutuhan pokok jelang lebaran di Pasar Sentral, Selasa (26/4/2022). Foto: Istimewa

Papua60detik - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob turun langsung memantau harga dan stok kebutuhan pokok jelang lebaran di Pasar Sentral dan suplaier daging sapi, Selasa (26/4/2022).

"Informasi yang kita terima dari para pedagang harganya masih stabil. Semua, jelang lebaran ini semua (bahan pokok) harga stabil," kata Wabup.

Bahkan pedagang mengaku, dari masuk Ramadan sampai jelang lebaran, beberapa komoditi justru mengalami penurunan harga. Misalnya, cabai dengan berbagai jenisnya kini harganya di pasaran malah turun.

"Pedagang sendiri berharap, jangan sampai naik. Dan kata pedagang, dari agen juga tidak ada informasi akan terjadi kenaikan harga," katanya.

Pedagag ayam beku dan daging sapi, Yuri Chicken juga mengaku tak terjadi kenaikan. Daging sapi sekilo dijual Rp135 ribu. Ayam beku malah turun, sebelumnya Rp42 ribu kini sudah  Rp38 ribu sekilo.

Kenaikan harga paling menonjol hanya terjadi pada minyak goreng. Kenaikan harga pada komoditi ini memang sampai sekarang jadi masalah nasional. Di pasaran, harga minyak goreng bisa naik sampai 100 persen per liternya. 

"Yang kita khawatir kalau di pasar  tidak ada. Tapi kita lihat tadi di pasar sentral (minyak goreng) tersedia, di tempat lain juga tersedia," kata Wabup.

Pemerintah Kabupaten Mimika sebenarnya telah menerima distribusi tahap pertama minyak goreng curah dari pemerintah pusat sebanyak 26,4 ton dan dipasarkan dengan harga Rp14 ribu per liter.

Penyalurannya melalui PT IJS sebagai distributor. Namun, para pedagang wajib memiliki aplikasi khusus yang telah disiapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yakni SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).

Disperindag menjanjikan, minyak goreng curah ini akan dijual sampai ke pasar-pasar tradisional. Tapi hasil pantauan Wabup di Pasar Sentral, stok yang tersedia masih minyak goreng kemasan. (Burhan)