John Rettob Imbau Warga Tak Open House Natal dan Tahun Baru
Memasuki Desember, warga mulai menghiasi rumahnya dengan pohon Natal. (Foto: Anti Patabang/Papua60detik)
Memasuki Desember, warga mulai menghiasi rumahnya dengan pohon Natal. (Foto: Anti Patabang/Papua60detik)

Papua60detik - Belum berakhirnya wabah covid-19, mengakibatkan perayaan Natal tahun ini akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengimbau masyarakat Mimika untuk meniadakan open house yang selama ini sudah menjadi tradisi berkumpul dan berbagi kebahagian pada setiap perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya mengadakan open house sama halnya mengundang kerumunan yang bisa memicu penularan covid-19.

“Yang kita imbau, masyarakat jangan kumpul-kumpul untuk silahturahmi Natal. Tidak usah buat kerumunan, saya juga tidak adakan open house karena kita dilarang,” kata John, Selasa (8/12/2020).

Ia mengatakan open house bukan tolak ukur suka cita atau ungkapan syukur perayaan Natal.  Makna Natal itu sendiri menurutnya ada dan harus dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.

“Karena saat ini masa pandemi jadi kita pun harus tetap melaksanakannya (Natal) dengan menaati protokol covid-19, jaga jarak, hindari kerumunan,” ungkapnya.

Begitu pun dengan proses ibadah, John meminta tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak dan hanya 50 persen jemaat setiap kali ibadah.

“Kalau memang ibadah bisa dibikin empat kali yah bikin empat kali. Tapi kita juga harus tetap buat dengan live streming,” tuturnya.

Ia pun berpesan dalam perayaan Natal dan tahun baru, masyarakat menghindari mengonsumsi minuman keras.

“Selama masa Natal dan Tahun Baru tidak konsumsi miras untuk menimbulkan kekacauan. Tapi kita harap perayaan Natal dan Tahun Baru dengan hikmat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Ignatius Adii saat dihubungi mengatakan sangat setuju jika open house ditiadakan. Menurutnya, mengadakan open house sama halnya membuat kerumunan.

“Kami akan mengadakan rapat untuk mempertegas ini  sekaligus juga protokoler covid-19 di Gereja harus tetap dilaksanakan. Kami akan membuat surat edaran yang nantinya akan disampaikan dalam dua minggu ibadah sebelum Natal ini. Intinya kami sangat setuju dengan imbauan pak wakil ini,” tutupnya.

Data Satgas Covid-19 Papua, per 8 Desember 2020, sudah 3284 warga terkonfirmasi covid-19 di Mimika. Sebanyak 405 masih dalam perawatan atau isolasi, 2.844 telah sembuh dan 35 orang meninggal dunia. (Anti Patabang)