Kadinkes Minta Pasien Isoman Terbuka Saja
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra meminta pasien covid-19. Semakin terbukanya pasien covid-19 maka semakin tinggi pula tingkat keselamatannya, terutama pada saat isolasi mandiri (isoman).

"Terkadang merahasiakan sesuatu akan menjadi masalah, lebih baik terbuka soal keadaan agar diketahui keluarga ataupun tetangga, karena jika terjadi sesuatu ada mereka yang siap menolong, tapi karena tidak terbuka dan  tidak diketahui keluarga atau tetangga ada sesuatu pasti mereka tidak mengetahui dan tidak bisa menolong, kasihan pasien covid atau diduga terpapar sekarang ini, ada yang malu terus merahasiakan, akhirnya tidak tertolong," katanya, Senin (2/8/2021).

Apalagi tenaga kesehatan tak bisa setiap saat  mengawasi pasien isolasi mandiri. Dengan terbuka kepada, lingkungan bisa terus mengawasi sekaligus dapat menjadi penolong di saat genting.

"Tidak mungkin nakes mendampingi di rumah, dengan keluarga yang terpapar. Maka dari itu penolong yang utama itu adalah keluarga dan tetangga," ungkapnya.

Reynold menegaskan, stigma kepada pasien covid-19 tidak perlu terjadi. Yang perlu dilakukan sekarang adalah saling membantu agar pasien covid-19  tertolong dan selamat.

Dinkes saat ini melakukan tracing kontak ke rumah-rumah warga guna meningkatkan deteksi kasus. Tracing diikuti pemasangan stiker di rumah di mana ada pasien sedang isolasi mandiri.

Dinkes membentuk tim tracing yang berkolaborasi dengan Puskesmas. Tugasnya, datang kerumah-rumah melakukan tracing dan testing.

"Hari ini (Selasa) kami sudah mulai jalan dari SP 9. Selain itu juga dibarengi dengan sosialisasi. Datanya dari data pasien kemudian tim datang ke rumah ketemu dengan anggota keluarga dan tetangganya kemudian dilakukan swab karena jika kita menunggu yang bersangkutan datang ke Faskes tidak mungkin," ucapnya. (Fachruddin Aji)