Kapolda Sebut Sudah 23 Aksi Penembakan di Papua Sepanjang 2020
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (10/10/2020).
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (10/10/2020).

Papua60detik - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebut, sepanjang 2020 ini, sudah 23 kejadian penembakan yang terjadi di Papua.

"Ini bukan rekayasa, nyata itu, nyawa itu dan mereka bersenjata, kemudian melakukannya dengan massif. Mereka ini jauh lebih parah. Bayangkan tukang ojek, petugas covid-19, pedagang dibantai pula itu," kata Kapolda didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (10/10/2020).

Ia dan Mayjen TNI Herman Asaribab katanya mendapat perintah menjadi pengendali dan wakil pengendali operasi penegakkan hukum di Papua.

"Saya mendapat Sprin dari Polri untuk menjadi pengendali, dan Pangdam dari Panglima TNI sebagai wakil pengendali. Ini hasil keputusan dari Kemenkopolhukam," kata Waterpauw.

Sebagai alat penegak hukum, Waterpauw menegaskan, TNI-Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta bantuan dari pemerintah hingga tokoh-tokoh masyarakat di Papua agar melakukan pendekatan dan komunikasi kepada mereka yang masih berseberangan dengan NKRI.

"Bukan kami, karena kita penegak hukum. Kalau bicara sama kita, hanya ada dua pilihan, kita akan melakukan penegakan hukum, mereka punya senjata api sementara kami yang punya hak menggunakannya, sebagai alat penegak hukum, kami pasti akan kejar terus," kata Waterpauw menambahkan. (Salmawati Bakri)