Kapolres Mimika Ikuti Pengarahan Presiden di Istana Negara
Ratusan petinggi Polri mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022). Foto: Humas Setkab/ Jay
Ratusan petinggi Polri mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022). Foto: Humas Setkab/ Jay

Papua60detik - Ratusan petinggi Polri mulai dari Kapolda hingga Kapolres seluruh Indonesia termasuk Kapolres Mimika, Papua, mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022).

Para Perwira Tinggi (Pati) dan perwira Menengah (Pamen) Polri ini tidak diizinkan menggunakan topi dan membawa tongkat komando.

"Iya. Kami menggunakan bus menuju istana, mendengar langsung arahan bapak Presiden," ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra.

Selain itu, mereka juga tidak dibolehkan membawa ajudan maupun handphone, hanya membawa buku catatan dan pulpen. 

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono dalam keterangan persnya di channel YouTube Sekretariat Presiden, mengatakan bahwa hal itu diterapkan untuk kenyamanan dan kelancaran proses memasuki istana.

Pasalnya, di Istana presiden tidak ada tempat penyimpanan barang-barang tersebut. Para undangan juga sebelumnya menjalani tes swab PCR Covid-19.

"Karena jumlah 600 itu cukup banyak. Sehingga tidak perlu membawa tongkat, membawa HP dan tentunya topi. Topi kan perlu tempat juga," jelasnya di Kantor Presiden. 

Sementara itu, usai mengikuti pengarahan Presiden, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jajaran institusi Polri solid, bersama-sama berjuang melaksanakan tugas pokok yakni melindungi, mengayomi, pelayan masyarakat dengan responsif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat. 

"Terimakasih atas apresiasi kepada kami dalam penanganan Covid-19, mengawal kegiatan pemerintahan. Itu salah satu peringkat tertinggi. Namun, karena ada beberapa kasus dan peristiwa kemudian berdampak kepada persepsi negatif maka saat ini tingkat kepercayaan publik menjadi rendah. Kami baru saja mendapat arahan langsung dari Presiden . Ada beberapa poin menjadi catatan kami. Tentunya akan kami tindak lanjuti," ujar Sigit. (Amma)