Kasus Malaria di Kokonao Dilaporkan Turun
Ilustrasi nyamuk anopheles betina yang menyebabkan penyakit malaria.
Ilustrasi nyamuk anopheles betina yang menyebabkan penyakit malaria.

Papua60detik - Kepala Puskesmas (Kapus) Kokonao Distrik Mimika Barat, Muhammad Muri mengatakan, temuan kasus malaria di Kokonao Distrik  Mimika Barat menurun beberapa bulan terakhir.

Pada Agustus hingga September 2020 angka malaria sempat meningkat, tetapi Maret 2021 ini, kasusnya mengalami penurunan di Kokonao.

"Biasanya dalam satu bulan penemuan kasus baru  malaria mencapai 80 kasus, tapi sekarang hanya 30 kasus saja," kata Muri, Senin (22/3/2021).

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan kepatuhan mengkonsumsi obat, menurut Muri sebagai sebabnya.

Beberapa waktu lalu, Puskesmas Kokonao bekerja sama dengan United Nations Children's Fund (Unicef) melaksanakan workshop tentang malaria.

"Selain dari Unicef ada juga dari Kementerian Kesehatansehatan selama 5 hari, dan dalam Workshop itu untuk  memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat juga petugas kesehatan terkait lingkungan dan perilaku masyarakat dalam menekan malaria," terangnya.

Menurut rencana kata Muri, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Puskesmas akan membagikan lagi kelambu malaria tahun ini. (Fachruddin Aji)