Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Asrama Siswa, Orang Tua Korban Bentuk Tim Pencari Fakta
Para wali - orang tua siswa membentuk tim pencari fakta mengawal kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak-anak mereka, Jumat (26/3/2021). Foto: Tim pencari fakta
Para wali - orang tua siswa membentuk tim pencari fakta mengawal kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak-anak mereka, Jumat (26/3/2021). Foto: Tim pencari fakta

Papua60detik - Para orang tua korban kekerasan fisik dan seksual yang terjadi di salah satu asrama sekolah beberapa waktu lalu sepakat membentuk tim pencari fakta untuk mengawal kasus tersebut. Perion Janampa dipercayakan menjadi koordinator umum.

Seorang wali - orang tua korban, Adolfina Kuum mengungkap alasan pembentukan tim dikarenakan ketiadaan tanggung jawab terhadap korban.

Catatan pihak keluarga, terdapat 31 anak yang mengalami kekerasan fisik dan seksual oleh oknum pembina asrama, DF yang saat ini ditahan Polres Mimika.

Adolfina menyebut, Anak-anak mereka tak mendapat konseling kesehatan ataupun trauma healing. Korban saat ini masih berada di asrama.

"31 anak itu masih di sekolah. Tidak tau proses konseling seperti apa. Dokternya dari mana dan berapa orang. Karena kita (orang tua) khawatir anak-anak masih di asrama," ujarnya saat ditemui di bilangan Jalan C Heatubun, Sabtu (27/3/2021).

Ia mengungkap, pihak keluarga sangat kesulitan menemui puluhan anak-anak yang menjadi korban. Untuk itu, tim pencari fakta nantinya akan meminta akses resmi ke asrama.

"Harus ada akses untuk masuk ke sana. Ini 31 anak. Akses disana ketat. Kita tidak bisa masuk. Kami datang karena ingin melihat kondisi anak kami. Hari ini masih ada di asrama Papua. Seharusnya mereka pulang karena hanya dengan dekat orang tua pemulihan bisa dilakukan," ujarnya menambahkan.

Melalui tim yang sudah dibentuk, kata Adolfina, pihaknya berkoordinasi dengan LBH Papua untuk segera menyurat ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

"Komisi perlindungan anak harus turun melihat penanganan 31 anak itu seperti apa?," imbuhnya. (Salmawati Bakri)