Kebakaran di Gorong-Gorong Timika Hanguskan Tujuh Bangunan
Kebakaran di area Gorong-Gorong Timika Selasa (18/5/2021) sore menghanguskan sedikitnya tujuh bangunan. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kebakaran di area Gorong-Gorong Timika Selasa (18/5/2021) sore menghanguskan sedikitnya tujuh bangunan. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kebakaran di area Gorong-Gorong Timika pada Selasa (18/5/2021) sekitar pukul 17.00 WIT menghanguskan sedikitnya tujuh bangunan.

Ketujuh bangunan itu terdiri dari enam kios dan satu rumah kos-kos dua tingkat 20 kamar.

Dari keterangan para saksi yang dihimpun Papua60detik.id di lapangan, kebakaran ini diduga berasal dari salah satu kios buah yang juga menjual BBM (minyak tanah dan bensin) milik Kholik.

Api kemudian meluas ke lima kios yang ada di samping kanan dan kiri dan kos-kosan di belakang.

Salah satu saksi mata yang tidak ingin menyebutkan namanya mengatakan, kebakaran ini bermula dari api kompor milik Kholik yang terlalu berdekatan dengan tempat penampungan minyak tanah.

Saksi mata lain, Alfon Sagala yang kiosnya juga ikut terbakar membenarkan, api berasal dari kios milik Kholik.

“Jadi saya ini saksi matanya. Tadi itu saya cerita-cerita dengan salah satu teman di depan kios saya. Dan saya lihat si Kholik pergi naik motor bawa gen. Mungkin dia mau isi bensin kapa. Dan istrinya teriak kebakaran dan sayapun ambil air siram,” jelasnya.

Namun Alfon tidak tahu pasti apa penyebab utama kebakaran itu.

“Saya juga tidak tahu (penyebabnya)karena saya ikut panik. Itu kejadiannya sekitar jam 5 sore,” tuturnya.

Alfon menempati kios saudaranya. Kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta. Motor yang dia parkir di rumah kos belakang dan sebagian barang dagangannya ikut terbakar.

“Kalau beras saya basah. Dan itu sudah tidak bisa dijual lagi karena rusak,” katanya.

Kerugian ratusan juta juga dialami Hj Rohani, kios dan semua barang dagangannya habis terbakar.

“Sudah tidak ada yang bisa saya ambil,” katanya.

Dalam pemadaman ini, petugas Damkar yang dipimpin Tedi Trianto Komandan Regu III menurunkan lima mobil pemadam yang terdiri dari, armada kapasitas 3000 liter 1 unit 4 kali isi, armada kapasitas 5000 liter 2 unit 3 kali isi dan 2 armada kapasitas 8000 liter 4 kali isi.

Damkar menurunkan 40 anggotanya memadamkan api. Warga sekitar dan TNI-Polroli ikut membantu.

“Kita terima laporan itu sekitar jam lima dan kita langsung ke sini,” ungkap Tedi.

Setelah petugas bekerja keras, akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIT. (Anti Patabang)