Kelompok Bersenjata dari Tembagapura Telah Bergabung di Intan Jaya
Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata didampingi Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya menyampaikan keterangan kepada wartawan, Rabu (23/09/2020) sore.
Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata didampingi Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya menyampaikan keterangan kepada wartawan, Rabu (23/09/2020) sore.

Papua60detik - Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mensinyalir, gabungan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah bertolak kembali ke Intan Jaya. Termasuk KKB dari Tembagapura.

Hal itu menyusul terus memanasnya situasi keamanan di wilayah Intan Jaya. Pekan lalu seorang pendeta dan anggota TNI mati terbunuh di wilayah tersebut.

"KKB yang beraksi di Tembagapura  sudah ada yang bergerak mundur dan sudah bergabung di Intan Jaya," kata Era didampingi Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya Rabu (23/09/2020) sore.

Era mengatakan, jalur perlintasan KKB selama ini memang melalui Tembagapura-Sugapa Intan Jaya. Jalur itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Meski sebagian kelompok telah bergeser ke Intan Jaya, Era memastikan, aparat keamanan terus melakukan pemantauan pergerakan KKB di Timika. Menurutnya, masih ada KKB yang masih berada di wilayah Tembagapura.

"TNI-Polri masih terus melakukan pengamanan patroli-patroli di kawasan kampung  dikawasan Tembagapura.

Beberapa waktu belakangan wilayah Tembagapura memang lebih sunyi dari aksi kontak tembak. Sebaliknya, eskalasi gangguan keamanan terjadi di wilayah Intan Jaya.

Pada Senin (14/09/2020), dua warga sipil di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya tertembak. Keduanya selamat dan dievakuasi ke Timika menjalani perawatan medis.

Tiga hari kemudian, Kamis (17/09/2020) seorang tukang ojek, Baidlawi dibacok menggunakan parang hingga lengan kirinya putus. Karena pendarahan hebat, korban akhirnya tewas di tempat.

Di hari yang sama, Serka Sahlan Babinsa Ramil 1404-06 yang sedang dalam perjalanan membawa logisti ditembak dan dibacok. Satu pucuk senjata laras panjang miliknya dilaporkan hilang.

Kemudian, seorang pendeta, Yeremia Zanambani meninggal dunia setelah ditembak di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya Sabtu, (19/09/2020).

Hari itu juga terjadi Kontak tembak antara Satgas BKO Aparat Teritorial (Apter) Koramil Persiapan Hitadipa dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Salah satu prajurit Satgas Apter, Pratu Dwi Akbar Utomo terkena tembakan dan dinyatakan meninggal dunia pada peristiwa itu. (Salmawati Bakri)