Ketua KNPI Kritik Aksi Parlemen Jalanan Mahasiswa Timika
Papua60detik - DPD KNPI Mimika kelihatannya tak sejalan dengan cara sejumlah organisasi mahasiswa di Timika yang mengandalkan gaya parlemen jalanan mengkriitik pemerintah.
Baca Juga: TNI Tambah Personel di Lokasi Rawan Papua
Ketua DPD KNPI Mimika Michael R Gomar menilai cara seperti itu kurang kreatif dan inovatif.
"Manfaatkan era digitalisasi, buatkan webinar undang semua tokoh-tokoh dan pejabat publik untuk menyampaikan solusi secara smart melalui debat publik. Gunakan otak bukan otot. Sudah bukan jamannya lagi turun ke jalan, ini cara berpikir konvensional," kata Gomar mengutip press rilis yang diterima Papua60detik.
Kamis (29/7/2021), GMNI, PMII, dan HMI MPO berunjuk rasa ke Kantor Sentra Pemerintahan Mimika di SP3. Tapi belum sampai di titik aksi, mereka dihadang dan diminta bubar oleh aparat keamanan.
Bagi Gomar, pemuda saat ini berbeda dengan pemuda beberapa puluh tahun lalu yang hanya bisa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi karena keterbatasan fasilitas.
"Berpikir majulah, jangan terpaku dengan sistem dan pola kerja jaman dulu. Cukup banyak hal yang bisa dilakukan secara kreatif utk menyampaikan aspirasi," kritiknya.
Pada aksi parlemen jalanannya, tiga organisasi mahasiswa ini antara lain menolak wacana lockdown, meminta Pemkab Mimika untuk mengkaji ulang poin-poin aturan dalam SK PPKM, merespon surat Kemendagri soal pertanggungjawaban dana covid-19, menolak sertifikat vaksin sebagai syarat administrasi, meminta pengkajian ulang aturan one way di Jalan Budi Utomo.
Soal ini, Gomar mengajak pemuda lebih arif melihat situasi. Mimika dikategorikan masuk dafrar PPKM Level 4, artinya sudah di zona merah penularan covid-19. Angka temuan kasus, pasien yang harus dirawat, pasien isolasi mandiri dan kasus kematian terus meninggi.
Ia lalu mempertanyakan kontribusi organisasi kepemudaan dalam pembangunan di Mimika. Terutama di masa pandemi sekarang.
"Atau hanya sebagai media yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menentang kebijakan melalui seruan aksi/demo atas kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan daerah?" sindir Sekda Mimika ini.
Terakhir ia berharap, organisasi kepemudaan menjadi role model bagi pemuda di Mimika dan jadi wadah berkumpulnya anak muda yang memberikan kontribusi konstruktif secara bermartabat, cerdas dan profesional kepada masyarakat dan pemerintah. (Salmawati Bakri)