Kodim 1710/Mimika Dirikan Posko Penanggulangan Banjir di Iwaka
Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Jumat (09/07/2020).
Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Jumat (09/07/2020).

Papua60detik – Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Mimika sempat menyebabkan banjir di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka.

Mendengar kabar tersebut, Kodim 1710 Mimika bergerak menurunkan 1 SST prajurit dan mendirikan posko penanggulangan banjir dan menyiapkan bantuan bahan makanan untuk warga di sana, Jumat (10/07/2020).

Dapur umum, tenaga kesehatan dan peralatan penyelamatan berupa pelampung, kendaraan truk, ambulance dan alat komunikasi juga disiapkan hingga status waspada banjir dihilangkan.

Pantauan di lapangan, usai dilanda banjir dua hari terakhir, kondisi air di kampung tersebut nampak sudah surut. Warga mulai membersihkan rumah dari genangan lumpur yang tertinggal.

Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan mengatakan, meski tidak ada warga yang mengungsi karena genangan banjir, pihaknya tetap bersiaga dan siap membantu melayani warga.

“Masih terjadi luapan sehingga menggenangi rumah-rumah masyarakat. Untuk itu, kami minta, apabila ada hal-hal menonjol terkait bencana alam, bencana kemanusiaan dan lainnya agar segera komunikasikan khususnya kepala kampung dapat menelpon Babinsa dan Bhabinkamtibmasnya,” kata Dandim saat menemui warga setempat bersama Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Sekretaris Distrik Iwaka, Charisma Basham Simatupang menjelaskan, banjir yang merendam ratusan rumah di kampung Iwaka adalah banjir akibat luapan Kali Iwaka. Kali yang masih dalam bentuk alaminya tidak mampu menampung debit air dan menggenangi kampung.

Hasil penelusurannya, di hulu kali sudah terbuka lebar, itu sebab aliran luapan air lebih deras.

“Sebenarnya banjir ini sudah tahunan. Jika curah hujan tinggi sungai akan meluap, untuk itu saya sudah ajukan ke pimpinan untuk menormalisasi sungai,” ujarnya.

Setiap Juli, wilayah Mimika memasuki masa puncak curah hujan. Walau di sepanjang tahun curah hujan di Mimika memang dikenal tinggi, tapi puncaknya selalu terjadi pada Bulan Juli.

Forecaster BMKG Timika, Aji Supraptaji mengatakan, curah hujan di Timika mulai meninggi Mei lalu, puncaknya terjadi pada Juli. Curah hujan mulai menurun dprakirakan pada Agustus atau pertengahan September. (Salmawati Bakri)