Kontrol Pasien Minum Obat, Puskemas Timika Bentuk Ibu Kader Malaria
Pj Malaria Puskesmas Timika, Indrayani
Pj Malaria Puskesmas Timika, Indrayani

Papua60detik - Untuk menekan kasus malaria dengan cakupan dan wilayah kerjanya yang terbilang cukup luas, Puskemas Timika menyiapkan strategi khusus.

Puskesmas Timika melatih dan membentuk yang namanya, Ibu Kader Malaria. Ibu Kader ini adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas.

Mereka ditugaskan memantau pasien malaria tersiana agar patuh minum obat. Pemantauan dilakukan di hari ke empat, ke tujuh dan hari ke empat belas.

Pj Malaria Puskesmas Timika, Indrayani mengatakan, jika obat primaquine diminum teratur selama 14 hari, maka dipastikan kasus malaria kambuhan akan berkurang.

“Nah kalau kami mendapatkan pasien dengan malaria tersiana, kami akan menghubungi Ibu Kader tersebut,” kata Indrayani saat ditemui Papua60detik.id, Kamis (3/6/2021).

 Jumlah Ibu Kader diwilayah kerja Puskesmas Timika yang mencakup 5 kelurahan dan 1 kampung berbeda-beda. Tergantung luas wilayah kelurahan dan kampung

“Ada yang dua, ada juga yang empat. Tapi nanti  ada pelatihan ibu kader lagi. Jadi wilayah yang luas itu akan ditambah ibu kadernya. Biar kami dari Puskesmas bisa mengirim pasien semua bisa dipantau oleh Ibu Kader,” jelasnya.

Adanya ibu kader menurutnya sangat membantu Puskemas Timika menekan kasus malaria.

Adapun kasus malaria yang ditemukan di wilayah kerja Puskemas Timika yakni 1.903. Kasus tertinggi ditemukan di Kelurahan Kwamki Baru dan Kelurahan Kebun Sirih.

“Karena saat ini musim hujan jadi sangat diharapkan agar masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan karena biasanya kalau musim hujan banyak jentik nyamuk yang bisa saja memicu timbulnya penyakit malaria,” pesannya.

Selain itu Indrayani juga meminta masyarakat menggunakan lotion anti nyamuk atau pakaian panjang saat berada di luar rumah.  (Anti Patabang)