Korban Kekerasan Seksual di SATP Tidak Ditangani Pemerintah
Kepala DP3AP2KB, Maria Rettob.  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala DP3AP2KB, Maria Rettob. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Korban kekerasan seksual di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika ternyata tidak ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika.

Kepala DP3AP2KB Mimika, Maria Rettob mengatakan hingga saat ini para korban masih ditangani pihak yayasan dalam hal ini YPMAK.

“Harusnya ada kerja sama dengan pihak pemerintah,” katanya saat ditemui di Hotel Horison Diana, Senin (10/5/2021).

Ia mengatakan dari pengakuan YPMAK, saat ini mereka sedang melakukan pendampingan psikologi. Sayangnya dalam pendampingan ini YPMAK tidak melibatkan pemerintah.

Meski tidak ditangani DP3AP2KB, namun Maria mengatakan tetap melakukan koordinasi dengan pihak YPMAK bersama-sama mendampingi 25 korban.

Menurutnya, korban secara fisik mungkin terlihat sehat, tetapi psikisnya sangat perlu pendampingan.

“Biasanya korban kekerasan terhadap anak atau terhadap perempuan itu korbannya diserahkan ke kami. Tapi khusus untuk kasus Asrama Taruna Papua itu belum diserahkan. Masih ditangani oleh pihak yayasan sendiri,” katanya. (Anti Patabang)