Kurangi Kepadatan Penduduk Tembagapura, PT Freeport Tawarkan Cuti
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

Papua60detik - Tim Gugus Tugas Mimika yang dipimpin langsung Bupati Mimika, Eltinus Omaleng telah berdiskusi dengan manajemen PT Freeport Indonesia (PT FI) tentang pengendalian penularan covid-19 di wilayah Tembagapura.

Diskusi berlangsung melalui video conference pada, Jumat (1/05/2020).

Salah satu langkah yang akan diambil PT FI untuk meminimalisir penularan covid-19 di Tembagapura adalah menawarkan cuti ke Kota Timika dan ke luar Timika kepada karyawan sehat.

Tujuan utama langkah ini untuk mengurangi kepadatan penduduk yang berpengaruh pada kecepatan penularan virus.

"Tentu saja sebelum meninggalkan area Tembagapura akan dilakukan pemeriksaan ketat dan hasil pemeriksaan itu akan dikirimkan ke Pemda Mimika dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk bisa menyatakan benar-benar orang yang akan laksnaka cuti itu sehat," kata Juru Bicara Tim Gugus Mimika, Reynold Ubra.

Penawaran cuti pun, lanjut Reynold, diprioritaskan kepada karyawan yang memiliki penyakit komorbid seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal. Kelompok ini dianggap rentan terhadap risiko kesakitan dan kematian jika terinfeksi covid-19.

"Saya pikir langkah ini sudah sangat baik untuk mengurangi kepadatan di Tembagapura. Secara keselurahan yang memang harus dilakukan adalah mengurangi kepadatan di wilayah kerja," katanya.

Mendukung langkah ini, Pemkab Mimika menyatakan siap membantu dalam urusan perizinan penerbangan maskapai Air Fast di Kementerian Perhubungan.

Bupati pada viedeo confetence itu juga meminta manajemen PT FI memperhatikan pemberlakuan physical dan social distancing baik di tempat kerja maupun di barak karyawan. Bupati meminta, karyawan berstatus ODP, PDP dan OTG dipisah barak dengan karyawan lain.

"Bupati juga menyampaikan agar manajemen PT Freeport memikirkan jika Pemda Mimika menerapkan PSBB. Termasuk arus lalu lintas di area Kuala Kencana jika pemberlakuan PSBB disetujui," katanya.

Pemkab Mimika menyarankan manajemen PT FI mulai mengatur ulang shift kerja karyawan dengan menambah shift dan mengurangi jam kerja.

Hingga 1 Mei 2020, jumlah temuan kasus positif covid-19 di Tembagapura sebanyak 32 orang. Angka itu hampir 50 persen dari kumulatif 67 kasus posotif covid-19 di Kabupaten Mimika.

Saat ini, sebanyak 29 pasien covid-19 dalam perawatan Rumah Sakit Tembagapura. Tujuh di antaranya, yang mengalami gejala pneumonia sedang hingga berat diisolasi di rumah sakit. Sementara pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala diisolasi di barak lain.

Reynold menjelaskan, lonjakan signifikan temuan kasus covid-19 di Tembagapura merupakan upaya tracing kontak dan perluasan rapid test kepada karyawan.

Sumber daya kesehatan baik tenaga maupun sarana kesehatan di Tembagapura, menurutnya, masih cukup untuk menangani pasien covid-19 mauapun yang dicuriagai covid-19.

"Prinsipnya kami siap membantu tenaga," katanya.

Manajemen PT FI hingga saat ini belum melaporkan klaster penularan covid-19 yang berlangsung cepat di Tembagapura. Tapi di dalam laporannya, manajemen PT FI mengklaim telah memberlakukan physical dan social distancing sejak pertengahan Maret lalu.

Pada 4 Mei pekan ini, Pemkab Mimika dan manajemen PT FI kembali akan berdiskusi mengevaluasi langkah perecepatan pengendalian covid-19 baik di Tembagapura maupun di Kota Timika.

"Pernyataan dari dari pak Johny Lingga yang tadi hadir bahwa, PT Freeport Indonesia bersedia melakukan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika," kata Reynold. (Burhan)