Lestarikan Budaya Lewat Cerita Rakyat, 28 Siswa Ikuti Lomba Bertutur
Papua60detik - Sebanyak 28 siswa dari 23 sekolah mengikuti lomba cerita rakyat tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Senin (20/07/2026).
Lomba ini bagian dari program pembudayaaan gemar membaca cerita rakyat sekaligus rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia.
Tak sekadar kompetisi, lomba bertutur juga menjadi sarana edukatif untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat sebagai warisan budaya yang sarat nilai kehidupan.
Para peserta didorong mengembangkan kreativitas, keberanian berbicara di depan umum, serta membangun rasa percaya diri.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Firon Balinol Mom, mengatakan lomba bertutur merupakan agenda rutin yang setiap tahun digelar sebagai salah satu strategi memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak melalui cerita rakyat.
"Cerita rakyat harus dipelajari anak-anak kita. Dari situlah mereka belajar budaya dan membangun kemampuan untuk mengembangkan kreativitas serta keberanian berbicara di depan," ujar Firon saat diwawnacarai,
Ia menyebut, pengenalan budaya melalui kegiatan literasi menjadi langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memahami dan mencintai identitas budayanya sendiri sejak dini.
Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah berencana memperluas cakupan lomba dengan melibatkan pelajar jenjang SMP dan SMA, seiring berkembangnya program literasi daerah.
"Kami juga ingin melibatkan SMP dan SMA agar semakin banyak generasi muda mengenal budaya daerahnya. Harapan kami, para pemenang lomba ini nantinya dapat membawa nama Kabupaten Mimika hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional," pungkasnya.
Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas perwakilan Perpustakaan Nasional bersama dua juri lokal. Seluruh peserta tampil dengan kostum dan properti yang mendukung cerita rakyat yang mereka bawakan. (Martha)